Ciri-ciri Bakteri: struktur tubuh, jenis, peranan

Kecil, makhluk bersel satu, bakteri telah ada selama jutaan tahun, bahkan lebih lama dari manusia. Bakteri mendapatkan nutrisi langsung dari lingkungannya untuk hidup.

Beberapa bakteri yang dibutuhkan manusia untuk mendapatkan nutrisi ke dalam tubuh; ini biasanya hidup di usus.

Bakteri lain bereproduksi di dalam tubuh dan menyebabkan berbagai infeksi – sakit tenggorokan, infeksi telinga, gigi berlubang, dan pneumonia.

Bakteri lain digunakan di laboratorium untuk membuat hal-hal seperti obat-obatan dan vaksin. Untuk lebih lengkapnya lagi simaklah pembahasan kami mengenai Materi Bakteri mulai dari Pengertian Bakteri, Jenis Jenis Bakteri, Ciri Ciri Bakteri, Struktur Bakteri, dan Bakteri beserta peranannya di bawah ini.

Point utama Bakteri:

  • Bakteri hidup! Mereka adalah bentuk kehidupan paling sederhana yang diketahui, hanya terdiri dari satu sel. Mereka terjadi di mana-mana – roti, yogurt, kotoran, dan di dalam manusia!
  • Bakteri muncul dalam semua bentuk dan ukuran yang berbeda – bola berbentuk disebut bola, berbentuk batang, dan berbentuk spiral.
  • Beberapa bakteri hidup di dalam binatang seperti sapi. Bakteri ini memungkinkan sapi (dan hewan lain yang memakan rumput) mencerna bahan yang terbuat dari rumput, yang disebut selulosa. Manusia tidak memiliki bakteri yang tepat, jadi kita tidak bisa makan rumput!
  • Bakteri yang masuk ke tubuh manusia yang tidak termasuk di dalamnya menyerang sel manusia, mencuri nutrisi, dan melepaskan racun. Bakteri ini dapat membuat orang sakit, dapat menyebabkan infeksi kulit, dan umumnya sangat buruk bagi manusia.
  • Ada obat-obatan yang dapat membunuh bakteri, yang disebut antibiotik. Sebagian besar penyakit (sakit tenggorokan, pilek, sakit perut) disebabkan oleh virus, yang antibiotik tidak akan melawan. Jika dokter memutuskan suatu penyakit disebabkan oleh bakteri, antibiotik dapat membuat penyakit lebih pendek, dan tidak seburuk itu.
  • Cara terbaik mutlak untuk melindungi dari penyakit dengan bakteri adalah mencuci tangan, terutama setelah menggunakan kamar kecil.
  • Bakteri bahkan bisa hidup dalam makanan. Memasak makanan dengan benar adalah cara yang bagus untuk membunuh bakteri yang dapat hidup di dalamnya. Makan makanan yang tidak dimasak dengan cukup baik dapat membuat orang benar-benar sakit.
  • Bagaimana dokter mengetahui bakteri apa yang menginfeksi seseorang? Mereka mengambil sampel darah, urin, dan cairan lain yang berbeda, membuat apa pun yang ada di dalamnya tumbuh, dan melihatnya di bawah mikroskop. Mereka bahkan dapat menguji antibiotik yang berbeda untuk melihat obat mana yang dapat membunuh bakteri!
  • Beberapa bakteri dapat bersembunyi dari sistem kekebalan tubuh, dan yang lain bahkan dapat bertahan hidup dengan sistem kekebalan yang mencoba menghancurkannya. Bakteri jenis ini hanya dapat dibunuh oleh obat-obatan, dan kadang-kadang bahkan operasi.
  • Bakteri juga dapat menyebabkan infeksi pada kulit. Terkadang, jika infeksinya dekat dengan permukaan, dokter dapat memberikan antibiotik dalam salep yang menempel pada kulit. Infeksi kulit lainnya cukup serius sehingga antibiotik yang ditelan harus diminum.
  • Cara yang baik untuk mencegah penyebaran bakteri ke orang lain adalah dengan menutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin. Menggunakan tisu juga merupakan ide yang bagus, tetapi harus dibuang setelah digunakan. Pastikan untuk mencuci tangan setelah batuk atau bersin juga.
  • Suplemen seperti seng dan vitamin C mendukung sistem kekebalan tubuh dan dapat membantu melawan infeksi.

Pengertian Bakteri

Bakteri adalah organisme yang biasanya bersel tunggal yang disebut prokariota yang dapat berfungsi sebagai alat bantu pencernaan, penyakit penyebab atau membantu dalam dekomposisi.

Bakteri merupakan suatu organisme yang memiliki satu sel atau uniseluler, prokariota atau prokariot, dan berukuran microskopik atau berukuran sangat kecil serta tidak memiliki klorofil. Asal kata Bakteri ini sendiri berasal dari kata “bacterium” dalam bahasa latin.

Tidak seperti eukariota, mereka tidak memiliki inti. Bakteri mengandung DNA dan materi genetik lainnya sebagai untai tunggal dalam sitoplasma mereka, dan mereka berkembang biak melalui proses yang disebut pembelahan biner.

Bakteri memiliki berbagai macam spesies jumlahnya sendiri mencapai hingga ratusan ribu. Selain itu, Bakteri adalah organisme yang paling banyak yang berada di muka bumi ini. Adapun tempat tinggalnya berada di dalam tanah, di atas tanah, di udara, di air, di organisme lain dan masih banyak lagi. Bakteri bertumbuh serta berkembang sesuai dengan ph, suhu, temperatur, kandungan garam, zat kimia, zat metabolisme serta sumber nutrisi.

Bakteri dapat berkembang dalam lingkungan yang panas dan dingin. Psychrophiles adalah bakteri yang lebih memilih lingkungan yang lebih dingin, sementara thermophiles berkembang di lingkungan yang panas.

Thermophiles dapat tinggal di sekitar ventilasi hidrotermal sangat panas di dasar laut yang ekstrim. Bakteri yang hidup dalam sistem pencernaan organisme dapat membantu memecah bahan makanan yang sulit menjadi pencernaan yang lebih mudah. Jenis bakteri juga melayani peran penting sebagai pengurai limbah.

jenis-jenis bakteri

Bakteri pertama kali di temukan oleh ilmuan yang bernama Anthony Van Leewenhoek, yang kemudian di kemukakan dalam bentuk buku bergambar bekteri pada tahun 1684. Adapun ilmu yang mempelajari mengenai bakteri adalah bakteriologi.

Jenis Jenis Bakteri

Bakteri dibedakan menjadi dua menurut cara makannya, yaitu bakteri autotrof dan bakteri heterotrof.

1. Bakteri Autotrof

Bakteri autotrof (auto = sendiri, trophein = makanan) adalah bakteri yang dapat membuat makanan sendiri dan senyawa anorganik. Untuk membuat makanannya, bakteri memerlukan energi. Berdasarkan asal sumber energi yang digunakan untuk menyusun makanan, bakteri dibedakan menjadi dua, yaitu bakteri fotoautotrof dan bakteri kemoautotrof.

a. Bakteri fotoautotrof

Bakteri fotoautotrof (foton = cahaya, auto = sendiri, trophein = makanan) adalah bakteri yang dapat membuat makanannya sendiri dengan menggunakan energi yang berasal dan cahaya matahari atau melalui proses fotosintesis.

Bakteri fotoautotrof memiliki pigmen-pigmen fotosintetik, antara lain pigmen hijau yang disebut bakterioklorofil (bakterioviridin), pigmen ungu, pigmen kuning (karoten), dan pigmen merah yang disebut bakteriopurpurin.

Contoh bakteri fotoautotrof, antara lain Rhodopseudomonas dan Rhodospirillum (berwarna kemerahan dan tidak menghasilkan belerang), Thiocystis dan Thiospirillum (berwarna ungu kemerahan dan menghasilkan belerang), Chlorobium (berwarna hijau, berfotosintesis bila ada hidrogen sulfida, dan menghasilkan belerang).

b. Bakteri kemoautotrof

Bakteri kemoautotrof (chemo = kimia, auto = sendiri, trophein = makanan) adalah bakteri yang dapat membuat makanannya sendiri dengan menggunakan energi kimia.

Energi kimia berasal dan reaksi oksidasi senyawa anorganik, misalnya amonia (NH3), nitrit (HNO2), belerang (S), dan FeCO3. Contoh bakteri kemoautotrof, antara lain Thiobacillus ferrooxidans, Cladothrix dan Leptothrix ochracea (mengoksidasi ion besi), Nitrosomonas dan Nitrosococcus (mengoksidasi amonia), Nitrobacter (mengoksidasi nitrit), Methanomonas (mengoksidasi metana), Hydrogenomonas (mengoksidasi gas hidrogen), dan Thiobacillus thiooxidans (mengoksidasi belerang).

Beberapa reaksi kimia yang dilakukan oleh bakteri kemoautotrof adalah sebagai berikut.

Bakteri besi (Cladothrix, Leptothrix) mengoksidasi ion ferro (Fe2+) menjadi ion fern (Fe3+).
Reaksi:

4FeCO3 + O2 + 6H2O   –Cladothrix–>   4Fe(OH)3 + 4C02 + energi

Bakteri belerang (Thiobacillus thiooxidans) mengoksidasi sulfur menjadi sulfat.
Reaksi:

2S ÷ 2H2O + 3O2 –Thiobacillus thiooxidans–> 2H2SO4 + energi

3. Bakteri nitrit (Nitrosomonas, Nitrosococcus) mengoksidasi amonia menjadi nitrit.

Reaksi:

2NH3 + 3O2   — Nitrosomonas   –> 2HNO2 ÷ 2H2O + energi

amonia                              asam nitrit

4. Bakteri nitrat (Nitrobacter) mengoksidasi nitrit menjadi nitrat.

Reaksi:

2HNO2 + O2 —  Nitrobacter   —>  2HNO3 + energi

asam nitrit                        asam nitrat

Bakteri yang mengoksidasi amonia (Nitrosomonas, Nitrosococcus) dan nitrit (Nitrobacter) disebut bakteri nitrifikasi. Selain bakteri yang telah disebutkan di atas, ada lagi satu golongan bakteri yang termasuk bakteri kemoautotrof, yaitu golongan bakteri denitrifikasi.

Bakteri denitrifikasi adalah bakteri yang mereduksi senyawa nitrat menjadi nitrit dan nitrit menjadi amonia. Senyawa nitrit dan amonia merupakan racun bagi tanaman.

Proses denitrifikasi dapat terjadi bila sirkulasi udara di dalam tanah kurang lancar. Golongan bakteri denitrifikasi antara lain dari genus Pseudomonas, Microccus, Beggiatoa, dan Bacillus.

2. Bakteri Heterotrof

Bakteri heterotrof (hetero = yang lain, trophein = makanan) adalah bakteri yang mendapatkan makanan berupa senyawa organik dan organisme lainnya. Bakteri heterotrof dapat hidup secara saproba (pengurai), parasit, dan simbiosis mutualisme.

a. Bakteri saproba (pengurai)

Bakteri saproba adalah bakteri yang memperoleh makanan dengan cara menguraikan organisme yang sudah mati atau bahan organik lainnya. Bakteri saproba merupakan organisme pengurai (dekomposer) bangkai, tumbuhan yang sudah mati, dan sampah.

Bakteri saproba ada yang menguntungkan dan ada pula yang merugikan bagi manusia. Contoh bakteri saproba antara lain Escherichia coli (pengurai sisa-sisa makanan di usus besar), Cellvibrio dan Cellfacicula (pengurai selulosa di dalam tanah), Alcaligenes (saproba di dalam usus besar vertebrata dan dapat menyebabkan kekentalan serta menimbulkan benang-benang pada susu), Beggiatoa alba (banyak terdapat pada tanah yang tergenang air), Clostridium botulinum (saproba pada makanan yang basi atau makanan kaleng dan menghasilkan racun), Leucothrix (saproba di air laut yang mengandung sisa-sisa zar organik dan ganggang), Aerobacter aerogenes (saproba di dalam usus besar vertebrata), dan Lactobacillus casei (digunakan dalam pembuaran keju).

b. Bakteri parasit

Bakteri parasit adalah bakteri yang mendapatkan makanan dari tubuh organisme lain yang dirumpanginya. Bakteri parasit pada umumnya bersifat patogen (menimbulkan penyakit) bagi tubuh inang.

Beberapa bakteri patogen bersifat oportunis, artinya bakteri tersebut hidup di dalam tubuh inang dan dapat menyebabkan penyakit ketika sistem pertahanan tubuh inang melemah akibat berbagai faktor.

Contoh bakteri parasit, antara lain Corynebacterium diphtheriae (menyebabkan penyakit difteri), Bordetella pertussis (penyebab batuk rejan), Francisella tularensis (menyebabkan penyakit tularemia pada hewan dan dapat menular pada manusia), Mycobacterium leprae (penyebab penyakin lepra), Mycobacterium tuberculosis (penyebab TBC), Mycobacterium bovis (parasit pada lembu), Chlamydia trachomatis (penyebab keburaan), dan Mycobacterium avium (parasin pada unggas).

Berikut ini adalah pengelompokkan bakteri berdasarkan cara mereka memperoleh oksigen sebagai berikut :

3. Bakteri Aerob

Bakteri Aerob adalah bakteri yang memperoleh energi dengan cara menangkap oksigen bebas. Bakteri jenis ini adalah nitrosococcus, nitrosomonas, dan nitrobacter.

4. Bakteri Anaerob

Bakteri Anaerob adalah bakteri yang dalam mendapatkan energi tidak membutuhkan oksigen bebas. Energinya berasal dari proses perombakan senyawa organik dan tidak harus menggunakan oksigen di dalam proses itu, proses tersebut disebut dengan fermentasi. Bakteri jenis ini di bedakan menjadi dua yaitu anaerob obligat dan anaerob fakultatif.

Ciri-ciri bakteri

Singkatnya ciri-ciri Bakteri adalah:

  • Tubuh terdiri dari 1 sel
  • Bentuk bermacam –macam : batang, kokus, koma dll
  • Ukuran 0,1 – 100 mikrometer
  • Belum ada plastida (klorofil a ada untuk fotosintetis)
  • Tidak mempunyai membran nukleus
  • Motil atau non motil

Selain itu bakteri juga memiliki ciri lain yaitu:

  • Dinding sel tersusun atas hemiselulosa dan senyawa semacam pektin yang mengandung N
  • Mempunyai pigmen atau tidak
  • Perkembang biak dengan vegetatif (spora atau membelah diri)
  • Cara hidup : heterotrof (saprofit dan parasit) dan autotrof
  • Distribusi : lingkungan air, tanah, udara, dan organisme hidup
  • Peranan : sangat beragam
  • Uniseluler (bersel tunggal), prokariotik (tidak mempunyai membran inti/ membran)
  • Hidup secara soliter (sendiri-sendiri) atau berkoloni (berkelompok), serta ada yang bersimbiosis, parasit, dan saprofitik
  • Umumnya tidak berkloroplas, kecuali bakterioklorofil dan bakteriopurpurin
  • Hidupnya kosmopolit (dapat hidup dan ditemukan dimana saja)
  • Dinding sel terdiri dari Peptidoglikan

Struktur tubuh Bakteri

Bakteri memiliki struktur yang terdiri atau tersususn atas dinding sel, kapsul, membran sel, materi genetik, ribosom, sitoplasma, bulu cambuk, dan plasmid.

  • Dinding sel. Dinding sel bakteri tersusun dari 2 elemen, protein & polisakarida.
  • Kapsul. Kapsul bakteri yakni selubung pelindung yang tersusun dari polisakarida.
  • Membran sel. Membran sel bakteri terbentuk dari lemak dan juga protein.
  • Sitoplasma. Sitoplasma merupakan cairan yang ditemukan di dalam sel bakteri.
  • Bulu cambuk. Bulu cambuk flagel adalah alat gerak yang digunakan cacing untuk mobilitasnya, sehingga memudahkan bakteri untuk mendekati makanan, dan menjauhi racun / jenis bahan kimia.
  • Materi genetik. AND atau biasa disebut dengan DNA bakteri ini tidak tersebar dalam sitoplasma, namun tersebar di nukleoid.
  • Ribosom. Ribosom, jenis bakteri yang satu ini berfungsi dalam sintesis protein dan tersusun juga dari protein.
  • Plasmid. Plasmid yakni ialah sesuatu yang mengandung gen-gen tertentu diantaranya gen patogen, serta gen kabel antibiotik.

Peranan Bakteri

Bakteri bermanfaat untuk tumbuhan:

  • Bakteri amonifikasi yang mengubah protein, asam amino dan asam nukleat dari mayat menjadi amonia. Mis: Bacillus.
  • Bakteri nitrifikasi: Amonia juga dioksidasi menjadi nitrat oleh bakteri nitrifikasi. Mis: Nitrosomonas, Nitrobacter.

Bakteri bermanfaat dalam tubuh manusia dan hewan:

  • Bakteri seperti Entero-coli hidup di usus binatang dengan cara simbiosis. Mereka adalah bakteri ramah yang membantu degradasi makanan yang tidak digunakan dan membantu pengusirannya dari tubuh.
  • eberapa bakteri seperti E.coli yang ada di dalam tubuh menahan pertumbuhan bakteri berbahaya seperti tipus.

Related Posts