Keadaan Timor Timur sebagai Provinsi ke-27

Setelah Timor Timur berintegrasi dengan Indonesia, Pemerintah Indonesia terus berupaya membenahi dan menata kembali kehidupan masyarakat Timor Timur sebagai provinsi ke-27 agar dapat sejajar dengan masyarakat dari provinsi-provinsi lainnya di Indonesia. Pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk Timor Timur dilakukan di segala bidang kehidupan.

Bidang-bidang Pembangunan

Dalam bidang pertanian, pemerintah membangun saluran-saluran irigasi membuka lahan pertanian yang baru, mengadakan berbagai penyuluhan kepada para petani tentang cara bertani yang baik, dan mendirikan Badan Usaha Unit Desa (BUUD) serta Koperasi Unit Desa (KUD). Dalam bidang perhubungan, pemerintah membangun jalan dan jembatan, memperbanyak rute angkutan umum, membangun lapangan terbang, dan memperbaiki pelabuhan laut di Dili.

Partisipasi Masyarakat Relatif Diabaikan

Keadaan Timor Timur sebagai Provinsi ke-27

Bidang lainnya yang juga mendapat perhatian pemerintah adalah bidang kesehatan dan pendidikan. Di bidang kesehatan, pemerintah membangun beberapa rumah sakit dan puskesmas. Pemerintah juga mendirikan pos pelayanan terpadu di setiap desa/kelurahan. Di bidang pendidikan, pemerintah membangun berbagai sarana pendidikan, seperti gedung-gedung sekolah, lembaga-lembaga penelitian dan pelatihan, serta gedung universitas.

Selain bidang-bidang pembangunan di atas, pemerintah juga melaksanakan pembangunan di bidang-bidang lainnya.

Hampir semua indikator menunjukkan pertumbuhan pesat dalam berbagai sektor ekonomi selama periode integrasi. Namun di pihak lain, pembangunan politik dalam pengertian perluasan partisipasi masyarakat relatif terabaikan pemerintah kala itu. Di samping itu, konflik antara kelompok pendukung integrasi dan kelompok anti integrasi berjalan terus, bahkan dengan tindakan kekerasan.

Di samping itu, berakhirnya Perang Dingin yang telah merubah pandangan Internasional terhadap ancaman blok Komunis, semakin memojokkan posisi Indonesia. Beberapa Negara, seperti Amerika Serikat dan Australia mulai mempertanyakan persoalan integrasi Timor Timur dan menekan Indonesia untuk melakukan referendum.

Peristiwa-peristiwa Penting

Dalam perjalanan waktu sesudah daerah Timor Timur berintegrasi dengan Indonesia, ada beberapa peristiwa penting yang terjadi. Peristiwa-peristiwa itu antara lain sebagai berikut.

  • Pada tanggal 7 Mei 1977, pasukan Fretilin mengklaim bahwa mereka menguasai 80% wilayah Timor Timur.
  • Pada tanggal 28 November 1977, Majelis Umum PBB menolak integrasi Timor Timur ke dalam wilayah Indonesia dan menyerukan penentuan nasib sendiri dilaksanakan.
  • Pada tanggal 20 November 1978, Majelis Umum PBB menyerukan penarikan pasukan Indonesia dari Timor Timur.
  • Pada tanggal 16 Agustus1985. dalam pidato HUT ke-40 RI, Presiden Soeharto membenarkan invasi ke Timor Timur sebagal respons terhadap gerakan rakyat Timor Timur yang ingin membebaskan diri dari belenggu kolonialisme.
  • Pada tanggal 18 Agustus 1985, Perdana Menteri Australia, Bob Hawke mengakui kedaulatan Indonesia terhadap Timor Timur.
  • Pada tanggal 9 Desember 1985, pemerintah Indonesia dan Australia mengumumkan bahwa akan diadakan penambangan minyak di Celah Timor.
  • Pada tanggal 5 November 1988, Presiden Soeharto mengumumkan delapan dari 13 kabupaten di Timor Timur dibuka bagi orang Indonesia dan asing.
  • Pada tanggal 12 November 1991, terjadi penembakan terhadap demonstran di pemakaman Santa Cruz. Pada saat itu massa demonstran sedang memperingati tewasnya Sebastio Gomes, seorang aktivis prokemerdekaan beberapa waktu sebelumnya. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan Insiden Santa Cruz.
  • Pada tanggal 20 November 1992 Xanana Gusmao ditangkap dengan tuduhan sebagai otak demonstrasi di Santa Cruz.
  • Pada tanggal 20 Juli 1993, Pemerintah memberi jalan bagi perundingan antara orang Timor Timur yang pro dan anti-integrasi.

Related Posts