Pada hakikatnya, geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang kesamaan dan perbedaan geosfer dengan sudut pandang keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah. Pada saat ini, geografi telah ditunjang dengan peralatan-peralatan, seperti citra dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Dengan begitu, geografi sekarang dianggap sebagai ilmu yang dapat dipergunakan dalam kajian berbagai bidang.
Konsep Dasar Geografi
Konsep dasar geografi merupakan konsep yang paling penting dalam menggambarkan struktur ilmu ataupun hakikat suatu ilmu. Konsep dasar geografi menurut Daldjoeni (ahli geografi Indonesia)
- penghargaan atau pandangan budaya di atas bumi;
- konsep regional;
- pertautan wilayah (area coherence);
- interaksi keruangan;
- lokalisasi;
- pentingnya arti skala;
- konsep perubahan.
Konsep Lokasi
Konsep ini merupakan jawaban atas pertanyaan ”di mana”.
- Lokasi absolut menunjukkan letak yang tetap terhadap sistem grid atau koordinat.
- Lokasi relatif lebih penting dan lebih banyak dikaji dalam geografi. Lokasi relatif disebut sebagai letak geografis.
Konsep Jarak
Jarak mempunyai arti penting bagi kehidupan sosial, ekonomi, ataupun pertahanan. Jarak dapat merupakan faktor pembatas yang bersifat alami. Akan tetapi, jarak sekarang bersifat relatif karena sejalan dengan kemajuan kehidupan dan teknologi. Jarak pada peta yang melalui garis lengkung dapat diukur dengan alat yang disebut kurvimeter.
Konsep Keterjangkauan
Konsep ini berkaitan dengan kondisi medan atau ada tidaknya sarana angkutan atau komunikasi yang dapat dipakai.
Konsep keterjangkauan terkait dengan kemudahan untuk dijangkau.
Konsep Morfologi
Morfologi menggambarkan perwujudan ketampakan daratan muka bumi sebagai hasil pengangkatan atau penurunan wilayah dan erosi sebagai hasil kerja tenaga endogen dan eksogen.
Konsep Aglomerasi
Aglomerasi merupakan kecenderungan persebaran yang bersifat mengelompok pada suatu wilayah yang relatif sempit. Bentuk persebaran ini paling menguntungkan karena kesejenisan gejala ataupun adanya faktor-faktor umum yang menguntungkan.
Konsep Pola
Geografi mempelajari pola-pola bentuk dan persebaran fenomena, memahami makna atau artian, serta berupaya untuk memanfaatkannya.
Konsep Nilai Kegunaan
Nilai kegunaan fenomena di muka bumi bersifat relatif, tidak sama bagi semua orang atau golongan penduduk tertentu.
Konsep Diferensial Areal
Setiap tempat atau wilayah terwujud sebagai hasil integrasi berbagai unsur atau fenomena lingkungan, baik yang bersifat alam maupun kehidupan. Integrasi fenomena menjadikan suatu tempat atau wilayah mempunyai corak unik dan tersendiri sebagai suatu region yang berbeda dari tempat atau wilayah yang lain.
Konsep Interaksi/Interdependensi
Interaksi merupakan peristiwa saling memengaruhi daya, objek, atau tempat satu dengan yang lain. Setiap tempat mengembangkan potensi sumber dan kebutuhan yang tidak selalu sama dengan yang ada di tempat yang lain. Oleh karena itu, selalu terjadi interaksi bahkan interdependensi antara tempat yang satu dengan tempat atau wilayah yang lain.

Konsep Keterkaitan Keruangan
Keterkaitan keruangan atau asosiasi keruangan menunjukkan derajat keterkaitan persebaran suatu fenomena dengan fenomena yang lain di satu tempat atau ruang. Keterkaitan ini menyangkut fenomena alam, tumbuhan, atau kehidupan sosial.