Gas selama kehamilan: kapan mulai dan apa yang harus dilakukan

Gas usus yang berlebihan adalah ketidaknyamanan yang sangat umum pada awal dan akhir kehamilan karena penurunan pergerakan usus yang disebabkan oleh perubahan hormonal yang umum terjadi pada periode ini, yang menyebabkan relaksasi jaringan tubuh, termasuk jaringan gastrointestinal, membuat pencernaan menjadi lebih lambat dan mendukung pembentukan gas lambung dan usus, selain menyebabkan munculnya gejala seperti kolik usus, sakit perut, dan sembelit.

Beberapa obat seperti simetikon atau dimetikon dapat diresepkan oleh dokter kandungan untuk mengatasi gas selama kehamilan. Namun, beberapa pengobatan rumahan seperti teh peppermint, misalnya, juga dapat membantu mengurangi kelebihan gas dan meredakan gejala.

Gas selama kehamilan tidak membahayakan bayi , tetapi dapat menyebabkan sakit perut yang parah dan ketidaknyamanan perut pada wanita hamil, oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar dilakukan evaluasi dan pengobatan yang tepat dimulai.

Gas selama kehamilan: kapan mulai dan apa yang harus dilakukan_0

gejala utama

Gejala paling umum yang menyertai kelebihan gas dalam kehamilan meliputi:

  • Sakit perut yang hebat, terkadang berupa rasa nyeri yang bisa menjalar ke dada;
  • Peningkatan perut kembung;
  • Sembelit;
  • Perut bengkak;
  • Kram usus.

Bila selain sakit perut, ibu hamil juga merasakan mual yang hebat, diare atau muntah, penting untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan. Lihat apa yang bisa mengindikasikan sakit perut saat hamil.

Obat untuk gas dalam kehamilan

Gas selama kehamilan dapat diobati dengan obat gas, yang diresepkan oleh dokter kandungan, yang membantu menghilangkan gas dengan lebih mudah, mengurangi rasa tidak nyaman dan nyeri, dan penggunaan simetikon, dimetikon, dan/atau arang aktif mungkin disarankan.

Pilihan lain untuk mengobati gas selama kehamilan adalah dengan menggunakan mikro enema, seperti Microlax, yang dapat dibeli di apotek, terutama bila juga terjadi konstipasi. Namun pilihan ini harus ditunjukkan oleh dokter kandungan, dan ibu hamil harus mengikuti petunjuk dokter. Lihat pengobatan lain untuk mengobati gas selama kehamilan.

Apa yang harus dilakukan untuk menghilangkan gas dalam kehamilan

Untuk menghilangkan kelebihan gas dan menghindari pembentukan berlebihan, ada beberapa tindakan pencegahan sederhana, seperti:

  • Hindari makanan yang sulit dicerna atau yang dapat menyebabkan gas;
  • Hindari minum minuman bersoda.
  • Meningkatkan konsumsi air menjadi sekitar 2,5 liter per hari;
  • Perbanyak konsumsi sayur, buah dan makanan lain yang kaya serat, seperti roti gandum atau sereal;
  • Hindari berbicara sambil mengunyah;
  • Makan perlahan dan kunyah semua makanan dengan baik;
  • Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman;
  • Hindari mengunyah permen karet.

Melakukan latihan fisik secara teratur, seperti berjalan-jalan, dan berlatih latihan pernapasan juga membantu meningkatkan pencernaan dan mendukung pergerakan usus, mengurangi jumlah gas. Lihat beberapa opsi pengobatan rumahan untuk meredakan gas dalam kehamilan.

Makanan yang menyebabkan gas

Makanan yang menyebabkan gas dan harus dihindari secara berlebihan antara lain: jagung, telur, kubis, bawang bombay, brokoli, buncis, buncis, kacang polong, dan gorengan, misalnya. Simak daftar makanan penyebab gas yang lebih lengkap.

Tonton juga video berikut untuk mempelajari cara melawan dan menghindari gas melalui makanan:

Related Posts