Jaringan Epitel – Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Fungsinya

Pengertian Jaringan di dalam ilmu Biologi terdapat berbagai macam istilah yang sering kita dengar maupun masih asing di telinga kita. Salah satu istilah biologi yang sering kita dengar dan dulu waktu masih duduk dibangku sekolah sering kita pelajari yaitu jaringan. Jaringan dalam biologi merupakan kumpulan dari sel-sel yang mempunyai bentuk serta fungsi yang sama. Jaringan dimiliki semua organisme yang sudah mempunyai pembagian tugas untuk setiap kelompok sel-selnya.

Dalam tubuh manusia maupun hewan mempunyai banyak jaringan yang saling terikat satu sama lain yang fungsinya sebagai penyeimbang tubuh manusia atau hewan. Terdapat empat kelompok jaringan dasar yang membentuk tubuh hewan ataupun manusia serta organisme multiseluler tingkat bawah atau rendah. Salah satu jaringan yang terdapat pada tubuh manusia yaitu jaringan epitel.

Pengertian Jaringan Epitel

Jaringan epitel adalah jaringan yang disusun oleh beberapa lapisan sel yang melapisi permukaan organ yaitu permukaan kulit. Dapat dikatakan juga bahwa jaringan epitel yaitu jaringan yang menutup atau melapisi permukaan tubuh, baik itu permukaann luar atau permukaan dalam. Jaringan epitel ini mempunyai sifat uniseluler dan multiseluler yang mempunyai susunan rapat dan tidak memiliki ruang antar sel.

Jaringan epitel memiliki 3 bagian lapisan, yaitu jaringan epitellum, endothellum, dan mesothellum. Jaringan epitellum merupakan jaringan yang melapisi permukaan luar tubuh. Jaringan endothellum merupakan jaringan yang mengatasi organ bagian dalam. Sedangkan jaringan mesothellum merupakan jaringan epitelum yang membatasi rongga tubuh. Jaringan epitel mempunyai fungsi utama untuk lapisan pelindung yang dapat berperan melindungi jaringan di bawahnya.

Letak jaringan epitel berada di sepanjang sistem pencernaan yang membantu dalam proses penyerapan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Pada bagian tubuh paru-paru, lapisan epitel ini membantu menyebarkan semua oksigen ke semua bagian tubuh, dan yang ada dibagian mata, hidung serta lidah sebagai peningkat sensivitas.

Fungsi Jaringan Epitel

Selain mempunyai fungsi utama, jaringan epitel ini juga mempunyai fungsi khusus yang harus kita ketahui, antara lain:

  1. Berfungsi sebagai pelindung, melindungi jaringan dibawahnya dari bahan kimia berbahaya, dari bakteri serta dari kehilangan air yang berlebihan.
  2. Berfungsi sebagai alat absorpsi, yaitu jaringan epitel yang melapisi usus kecil akan menyerap nutrisi dari pencernaan makanan.
  3. Berfungsi sebagai reseptor, yaitu berperan menerima rangsangan seperti misalnya alat indra.
  4. Berfungsi sebagai kelenjar, contohnya jaringan epitel pada saluran pencernaan yang menghasilkan enzim-enzim pencernaan serta epitel pada saluran pernafasan akan menghasilkan lendir.
  5. Berfungsi sebagai alat penyaring, jaringan epitel ini bereran sebagai penyerap debu atau benda asing yang masuk ke saluran udara.
  6. Berfungsi sebagai alat ekskresi, jaringan epitel yang ada di ginjal akan mengekskresikan suatu limbah dari tubuh atau menyerapnya. Salah satunya yaitu pada kelenjar keringat yang megeluarkan keringat dari tubuh.
  7. Berfungsi sebagai alat difusi, yaitu meningkatkan difusi gas, nutrisi dan juga cairan. Disebabkan karena berbentuk lapisan tipis, maka mudah untuk dapat difusi gas seperti misalnya pada paru-paru atau di dinding kapiler.

Jenis Jaringan Epitel

Jaringan epitel dapat digolongkan menjadi beberapa jenis berdasarkan lapisan sel penyusunnya. Pertama yaitu jaringan epitel satu lapis yang dikelompokkan menjadi beberapa macam, dan yang kedua yaitu jaringan epitel berlapis banyak yang juga dikelompokkan menjadi beberapa jenis.

Jaringan epitel selapis (Simple Epitellum)

Berdasarkan jenis dan kelompoknya yang pertama, jaringan epitel dapat digolongkan menjadi empat yaitu:

  1. Epitel Pipih Selapis, yaitu berfungsi sebagai jalan untuk pertukaran zat dari dalam ke luar tubuh begitu juga sebaliknya.
  2. Epitel kuboid selapis,yaitu berfungsi sebagai alat untuk pelindung dan sekresi.
  3. Epitel selapis silindris, yaitu jaringan epitel yang memiliki silia pada bagian permukannya. Misalnya pada kantong empedu, lambung atau saluran pernafasan bagian atas.
  4. Epitel batang bersilia, terletak di dinding rongga hidung yang memiliki peran sebagai penghasil lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk ke dalam.

Jaringan epitel berlapis banyak (Stratified Epitellum)

Jenis jaringan epitel yang kedua ini di kelompokkan menjadi empat macam, yaitu:

  1. Epitel pipih berlapis, jaringan jenis ini terdapat pada epidermis kulit vertebrata.
  2. Epitel kuboid berlapis,adalah jaringan yang jarang terdapat pada tubuh, dan hanya terdapat pada beberapa kelenjar. Seperti kelenjar ludah, dan kelenjar susu.
  3. Epitel silindris berlapis,adalah jenis jaringan yang jarang ditemukan dan berfungsi sebagai tempat ekskresi, adsorpsi, serta pelindung gerakan zat yang melalui permukaan.
  4. Epitel transisional,adalah jaringan yang bentuknya sering berubah-ubah dan terdapat pada ginjal dan ureter.

 Ciri Ciri Jaringan Epitel

Jaringan epitel pada tubuh manusia ataupun hewan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Mempunyai bentuk yang pipih, kubus ataupun batang
  2. Bentuk jaringan atau sel bermacam-macam tergantung pada fungsi dan letaknya
  3. Jaringan epitelum dapat ditemukan pada bagian seluruh tubuh
  4. Jaringan ini sebagai kelenjar atau sebagai penutup
  5. Mempunyai permukaan yang tidak berhubungan dengan jaringan lainnya, sedangkan dipermukaan lainnya mempunyai hubungan dengan lapisan dibawahnya.
  6. Jaringan ini tersusun dari sel dan molekul ekstraseluler yang mempunyai bentuk matriks berfungsi sebagai pengikat jaringan dengan bagian bawahnya.

Demikian penjelasan tentang Jaringan Epitel yang ada di dalam tubuh manusia ataupun hewan yang dapat kita tahu. Bahwa jaringan ini merupakan jaringan yang tersusun dari sel yang sangat rapat berbentuk homogen dan dapat ditemukan pada pembatas antar organ tubuh bagian dalam ataupun luar. Nah, Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan.

Related Posts