Pengertian Jumlah uang beredar

Jumlah uang beredar adalah jumlah uang yang dimiliki suatu perekonomian selama periode waktu tertentu, baik di tangan negara, keluarga, atau perusahaan (agen ekonomi).

Jumlah uang beredar ini dihasilkan oleh basis moneter atau uang beredar, dan ditentukan oleh sistem bank sentral negara tersebut bersama dengan sektor swasta.

Komponen jumlah uang beredar

Dua unsur fundamental yang membentuk jumlah uang beredar:

  • Cash: uang yang beredar, baik di tangan perusahaan atau keluarga, untuk pembelian barang dan jasa.
  • Deposito: deposito bank, transfer, surat promes dan cek.

Rumus jumlah uang beredar

Rumus yang digunakan untuk menghitung jumlah uang beredar adalah sebagai berikut:

Komponen yang akan digunakan dalam rumus tersebut adalah sebagai berikut:

  • JU: jumlah uang beredar.
  • (m): pengganda moneter.
  • (b): basis moneter.

Basis moneter merupakan uang tunai yang disimpan oleh anggota suatu populasi, yang tidak ada di Bank Sentral, ditambah cadangan bank, yaitu uang di tangan Bank Sentral.

Di sisi lain, pengganda uang adalah faktor yang memungkinkan uang dikalikan berdasarkan jumlah awal.

Kesimpulannya, persamaan jumlah uang beredar terdiri dari:

  • Jumlah uang beredar sama dengan basis uang, dikalikan dengan pengganda uang.
  • Jumlah uang beredar, dibagi dengan basis, sama dengan pengganda uang.

Pentingnya jumlah uang beredar

Jumlah uang beredar memainkan peran yang sangat penting dalam perekonomian, karena memungkinkan untuk menentukan dan mengendalikan inflasi, selain juga untuk memperhatikan konsumsi dalam negeri.

Dengan cara ini, jika mata uang atau uang beredar berlebihan, nilai jumlah ini terbuang percuma atau menyebabkan inflasi, yang menimbulkan masalah dalam perekonomian. Sebaliknya, jika jumlah uang beredar terkendali dengan baik, maka terhindar dari kemiskinan dan krisis ekonomi.

Related Posts