Pengertian Moratorium

Moratorium adalah istilah atau perpanjangan yang ditetapkan antara pihak-pihak yang terlibat, untuk melakukan sesuatu, umumnya dapat berupa pembayaran hutang atau hutang yang terlambat, pembayaran pajak.

Moratorium juga dapat mengacu pada pemberian waktu yang lebih lama untuk melakukan kewajiban pribadi, tetapi umumnya berkaitan dengan pembayaran hutang.

Misalnya, “Mereka menyetujui moratorium pembayaran pajak.” “Anda harus meminta bank moratorium selama enam bulan untuk bisa membayar utang.”

Moratorium adalah kata yang berasal dari bahasa latin moratorius dan berarti lalai. Penggunaan dapat dibuat dari sinonim berikut mengacu pada kata moratorium: penundaan, jangka waktu, perpanjangan dan penundaan.

Moratorium psikososial

Moratorium psikososial mengacu pada proses psikologis yang dilalui individu selama pembentukan identitas kita selama masa remaja.

Artinya, moratorium psikososial ditentukan oleh waktu yang dibutuhkan setiap orang untuk bereksperimen dan mengidentifikasi dengan tindakan, perasaan, dan pengalaman apa, dengan apa yang mereka rasa diidentifikasi dan dengan demikian, sedikit demi sedikit, mengembangkan identitas mereka sebagai individu.

Konsep moratorium psikososial dikemukakan oleh psikolog Erik Erikson, yang memakainya dalam teorinya tentang perkembangan identitas pada masa remaja, yang bertujuan untuk mempelajari konstruksi identitas individu melalui pengalaman selama masa remaja dan Awal masa dewasa.

Moratorium sosial

Moratorium sosial mengacu pada konstruksi identitas dan waktu yang dibutuhkan setiap individu untuk menjalankan peran kehidupan orang dewasa.

Moratorium sosial biasanya dipelajari pada kaum muda kelas menengah atau atas karena kemampuan ekonomi mereka, dan mereka yang secara sukarela menunda rencana seperti menikah atau memiliki anak, untuk mencurahkan waktu untuk belajar dan mempersiapkan secara akademis dan profesional, agar menjadi pada orang yang lebih kompetitif di bidang ketenagakerjaan dan sosial.

Anak-anak muda ini juga mendedikasikan waktunya untuk pengalaman hidup lain yang memperkaya pengetahuan dasar manusia (hubungan sosial dan afektif), sebagai bagian dari proses pertumbuhan mereka dan memikul tanggung jawab dan kewajiban kehidupan dewasa.

Related Posts