Pernikahan yang Sempurna? Jalan Selalu Dalam Pembangunan!

Seorang gadis India selalu dibesarkan dengan ide kisah pernikahan dongeng yang sempurna, sejak dia lahir! Dia dikondisikan sedemikian rupa sehingga dia selalu merasa bahwa kehidupan setelah menikah akan menjadi tempat tidur mawar, dan mereka akan hidup bahagia selamanya. Berapa banyak dari Anda akan setuju? Namun, hubungan apa pun, terutama pernikahan, tidak pernah sempurna. Itu harus dibuat khusus. Dua orang harus berjuang bersama untuk membuatnya sempurna atau lebih baik. Berikut adalah beberapa mantra sederhana yang saya bagikan kepada Anda hari ini, di dunia yang rumit, di mana institusi pernikahan telah menjadi masalah yang kompleks.

Komunikasi: Ketika dua orang berada dalam suatu hubungan, mereka menganggap bahwa beberapa hal harus dipahami tanpa berkomunikasi. Ini sebuah kesalahan. Anda harus membicarakannya dengan pasangan Anda – perasaan Anda, apa yang Anda inginkan, dan masalah Anda. Tidak mungkin mengetahui perasaan di hati orang lain, karena perilaku manusia tidak dapat diprediksi. Jadi, komunikasikan secara terbuka tentang setiap hal kecil yang penting bagi Anda berdua. Memiliki hubungan emosional; dengan kata lain, empati. Sebagian besar masalah Anda akan diselesaikan dengan berkomunikasi secara efektif.

Bagikan waktu “kita”: Kita semua menjalankan semacam perlombaan, di mana kita ingin mencapai tujuan tertentu. Kehidupan pribadi kita menjadi kacau, tanpa kita sadari. Oleh karena itu, pasangan harus meluangkan waktu untuk diri mereka sendiri untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai. Menonton film bersama, menjadi akrab, melakukan perjalanan jauh, atau makan malam dengan cahaya lilin yang nyaman. Kedengarannya sederhana, tetapi memiliki dampak positif pada hubungan.

Jangan menganggap remeh satu sama lain: Kita sering tidak menghargai orang yang paling dekat dengan kita. Seorang suami dan istri saling menerima begitu saja berkali-kali. Memberi arti penting dan menghargai kehadiran satu sama lain. Buat satu sama lain merasa istimewa, tanpa ada kesempatan. Katakan aku mencintaimu begitu saja. Memasak makanan bersama. Tukar tugas pengasuhan anak. Ini akan sangat membantu ketika Anda belajar untuk menghargai satu sama lain dengan menggunakan gerakan sederhana ini.

Terima kelemahan dan kekuatan satu sama lain: Seperti yang dikatakan sebelumnya, kesempurnaan adalah mitos. Setiap orang memiliki kekurangan. Menerima satu sama lain apa adanya membawa banyak pengertian dan kecocokan satu sama lain. Seperti yang kita ketahui pasangan kita, kita dapat bereaksi, bertindak dan menangani satu sama lain jika kita mengetahui kekuatan dan kelemahan kita dengan baik. Jadi saling menerima!

Singkirkan ponsel dan media sosial: Penggunaan media sosial yang berlebihan menciptakan ketegangan yang tidak perlu di antara pasangan saat ini. Saat berbicara dengan mitra kita, kepala kita ada di telepon daripada di mata mereka! Telepon mengambil momen-momen cinta dan komunikasi yang berharga. Jadi jauhkan telepon setelah waktu tertentu dan perhatikan pasangan Anda. Ini pasti akan membantu.

Menghargai dan menghormati: Terakhir, tetapi tidak sedikit, saling memuji untuk hal-hal sederhana yang Anda lakukan untuk satu sama lain. Apresiasi membuat dampak yang luar biasa pada seseorang. Siapa yang tidak suka pujian dan rasa hormat? Hormati pekerjaan, waktu, tanggung jawab, dan hanya orang yang bersama Anda! Ini akan sangat membantu dalam membuat ikatan Anda kuat dan selalu hijau.

Pernikahan selalu merupakan jalan yang sedang dibangun, perlu dibangun dengan cinta, rasa hormat, perhatian, kepercayaan, dan pengertian. Untuk menjadikannya sebuah dongeng “bahagia selamanya”, bekerja pada diri sendiri terus menerus. Mitra Anda dan Anda adalah Bos! Semoga perjalanan pernikahan yang indah selalu!

Penafian: Pandangan, pendapat, dan posisi (termasuk konten dalam bentuk apa pun) yang diungkapkan dalam posting ini adalah milik penulis sendiri. Keakuratan, kelengkapan, dan validitas pernyataan apa pun yang dibuat dalam artikel ini tidak dijamin. Kita tidak bertanggung jawab atas kesalahan, kelalaian, atau representasi apa pun. Tanggung jawab atas hak kekayaan intelektual dari konten ini ada pada penulis dan kewajiban apa pun sehubungan dengan pelanggaran hak kekayaan intelektual tetap berada di pundaknya.

Related Posts