Fungsi Plastida: Ciri, pengertian, jenis, struktur

Plastida adalah sekelompok organel sel semi-otonom membran ganda utama yang ditemukan dalam sel tumbuhan dan ganggang. Plastida sering mengandung pigmen yang digunakan dalam fotosintesis dan jenis pigmen yang ada dapat mengubah atau menentukan warna sel.

Plastida ditemukan dalam sel alga, lumut, pakis, gimnospermae dan angiospermae. Plastida yang paling terkenal adalah kloroplas, yang bertanggung jawab untuk fotosintesis dalam sel tumbuhan.

Menurut morfologi dan fungsinya, ada berbagai macam plastida: kromoplas, leukoplas, amiloplas, etioplas, oleoplas, dan lainnya. Kromoplas mengkhususkan diri dalam menyimpan pigmen karotenoid, amiloplas menyimpan amilum, dan plastida yang tumbuh dalam gelap disebut etioplasts.

Anehnya, plastid telah dilaporkan pada beberapa cacing parasit dan moluska laut tertentu.

Pengertian Plastida:

Istilah plastida diperkenalkan oleh E. Haeckel pada tahun 1866. Plastida juga adalah organel semi-otonom yang memiliki DNA dan amplop membran ganda yang menyimpan atau mensintesis berbagai jenis senyawa organik. Dengan pengecualian beberapa protista, plastida terbatas hanya untuk tanaman. Plastida berkembang dari prekursor tidak berwarna yang disebut proplastida.

Plastida ini adalah organel yang amat dinamis dan mampu membelah, tumbuh, dan berdiferensiasi menjadi berbagai bentuk. Pada sel muda tumbuhan tinggi, plastida biasanya tak berwarna dan disebut leukoplas atau proplastida. Plastida merupakan organel utama yang hanya ditemukan pada tumbuhan dan alga dan sebagian kecil cyanobacteria.

Plastida berfungsi untuk membantu proses fotosintesis, dan juga untuk sintesis asam lemak dan terpen yang diperlukan untuk pertumbuhan sel tumbuhan. Tergantung pada fungsi dan morfologinya, plastida biasanya diklasifikasikan menjadi kloroplas, leukoplas (termasuk amiloplas dan elaioplas), atau kromopas. Plastida merupakan derivat dari proplastid, yang dibentuk pada bagian meristematik tumbuhan.

Ciri umum Plastida

Plastida adalah organel yang ada dalam sel tumbuhan yang dilapisi membran lipid ganda. Mereka memiliki genom sendiri, konsekuensi dari asal endosimbiotik mereka.

Dikatakan bahwa sekitar 1,5 miliar tahun yang lalu sel proto-eukariotik menelan bakteri fotosintesis, sehingga menimbulkan garis keturunan eukariotik.

Secara evolusi, tiga garis plastida dapat dibedakan: glaukofit, garis keturunan ganggang merah (rhodoplasts) dan garis keturunan ganggang hijau (kloroplas). Silsilah hijau memunculkan plastida dari ganggang dan tumbuhan.

Materi genetik 120-160 kb –di tanaman tingkat tinggi– dan disusun dalam molekul DNA pita ganda yang tertutup dan melingkar.

Salah satu ciri yang paling mencolok dari organel ini adalah kemampuan untuk interkonversi. Perubahan ini terjadi berkat adanya rangsangan molekul dan lingkungan. Misalnya, ketika etioplas menerima sinar matahari, ia mensintesis klorofil dan berubah menjadi kloroplas.

Selain fotosintesis, plastida melakukan berbagai fungsi: sintesis lipid dan asam amino, penyimpanan lipid dan pati, fungsi stomata, pewarnaan struktur tumbuhan seperti bunga dan buah-buahan, dan persepsi gravitasi.

Struktur plastida

Semua plastida dikelilingi oleh membran lipid ganda dan di dalamnya memiliki struktur membran kecil yang disebut tilakoid, yang dapat meluas dalam jenis plastida tertentu.

Struktur tergantung pada jenis plastida, dan masing-masing varian akan dijelaskan secara rinci di bagian selanjutnya.

Fungsi Plastida:

  • Plastida memberi warna pada buah dan bunga.
  • Plastida membantu dalam penyimpanan protein, pati dan minyak.
  • Plastida memerangkap energi matahari untuk memproduksi makanan melalui proses fotosintesis.
  • Plastida membantu menjaga keseimbangan antara karbon dioksida dan oksigen selama fotosintesis.

Reproduksi Tumbuhan

Fungsi utama plastida adalah berperan pada penyimpanan makanan berupa leukoplas dan kromoplas, serta berperan dalam perubahan warna daun, seperti warna hijau yg memberi efek fotosintesis dalam tanaman tersebut.

Plastida ini merupakan organel utama yang hanya bisa ditemukan pada tumbuhan serta alga. Plastida juga berfungsi untuk proses fotosintesis, serta juga untuk sintesis asam lemak dan terpen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan sel tumbuhan.

Berdasarkan pada fungsi dan morfologinya, plastida umumnya diklasifikasikan menjadi kloroplas, leukoplas (termasuk amiloplas dan elaioplas didalamnya), serta kromopas. Plastida merupakan derivat dari proplastid, yang dibentuk dalam bagian meristematik tumbuhan tersebut.

Sel Tumbuhan

Didalam tumbuhan, plastida bisa dibagi menjadi beberapa bagian berdasarkan fungsinya pada sel, berikut penjelasannya :

  • Kloroplas. Plastida ini berisi zat hijau daun yang disebut klorofil. Kloroplas berperan penting didalam proses fotosintesis.
  • Kromoplas. Kromoplas merupakan bagian plastida yang berwarna, umumnya berwarna kuning, jingga, maupun merah karena terkandung beta karoten. Kromoplas ini berfungsi untuk sintesis pigmen.
  • Gerontoplas. Plastida ini berfungsi untuk mengontrol pembongkaran hasil fotosintesis.
  • Leukoplas. Leukoplas merupakan bagian plastida yang tidak berwarna. Leukoplas terkadang bisa berubah menjadi bagian plastida yang lebih terkhusus seperti :
  • Amiloplas : Plastida untuk menyimpan pati serta mendeteksi gravitasi. Umumnya terdapat pada umbi tanaman.
  • Elainoplas : Plastidauntuk menyimpan suatu lemak.
  • Proteinoplas : Plastida untuk menyimpan serta memodifikasi protein.

Tumbuhan Alga

Pada alga, istilah leukoplas digunakan untuk semua jenis plastida yang belum terpigmentasi. Fungsinya yang berbeda dari leukoplas pada tumbuhan. Etioplas, amiloplas serta kromoplas hanya ada pada tumbuhan namun bukan pada alga. Plastida pada alga mungkin juga berbeda dengan plastida pada tumbuhan, dimana pada alga berisikan pirenoid.

Plastida sendiri berasal dari endosimbiosis sianobakteri. Pada alga hijau serta tumbuhan disebut kloroplas, rhodoplas pada alga merah serta sianelles. Plastida dibedakan atas pigmennya, tetapi juga pada ultrastruktur.

Struktur Plastida

  1. Membran Luar
  2. Memiliki permukaan bersifat rata : membran luar ini berfungsi untuk mengatur keluar masuknya zat.
  3. Ruang Antar Membram : permeable terhadap zat yang masuk.
  4. Membran Dalam : berfungsi sebagai pembungkus cairan kloroplas yang dikenal dengan stroma.
  5. Stroma : berfungsi sebagai tempat terjadinya reaksi gelap.
  6. Lumen Tilakoid
    • Membran dalam berlipat berpasangan yang dikenal dengan lamela.  Secara berkala lamela ini akan membesar membentuk gelembung pipih yang terbungkus membran serta dinamakan tilakoid.
    • Tumpukan pada tilakoid dinamakan granum.
    • Berfungsi sebagai tempat agar menyimpan pigmen fotosintesis.
  7. Membran Tilakoid : berfungsi untuk membantu dalam reaksi terang (tersirat enzim-enzim).
  8. Granum
    • Merupakan tumpukan-tumpukan tilakoid.
    • Sebagai tempat terjadinya reaksi terang.
  9. Tilakoid atau Lamella
    • Didalam tilakoid terdapat kumpulan partikel yang dikenal dengan sebutan kuantosom atau tempat klorofil.
    • Berfungsi sebagai penghubung antar grana.
  10. Pati : merupakan organel ataupun bahan dasar pembentukan hasil fotosintesis atau glukosa.
  11. Ribosom : tempat terjadinya suatu sintesis protein.
  12. DNA Plastida : mengatur seluruh kegiatan dalam sel.
  13. Plastoglobula : semacam lipid.