Sistem otot – Struktur, Fungsi, cara kerja

Sistem otot terdiri dari semua otot tubuh. Persentase terbesar dari otot dalam sistem otot terdiri dari otot rangka, yang melekat pada tulang dan memungkinkan gerakan tubuh secara sukarela. Ada hampir 650 otot rangka dalam tubuh manusia.

Selain otot rangka, sistem otot juga mencakup otot jantung – yang membentuk dinding jantung – dan otot polos, yang mengontrol gerakan di organ dan struktur internal lainnya.

Struktur dan Fungsi Otot

Otot adalah organ yang sebagian besar terdiri dari sel-sel otot, yang juga disebut serat otot (terutama pada otot rangka dan jantung) atau miosit (terutama pada otot polos). Sel-sel otot panjang, sel-sel tipis yang khusus untuk fungsi kontraksi. Mereka mengandung filamen protein yang saling meluncur menggunakan energi dalam ATP. Filamen geser meningkatkan ketegangan di – atau memperpendek panjang – sel otot, menyebabkan kontraksi. Kontraksi otot bertanggung jawab atas hampir semua gerakan tubuh, baik di dalam maupun di luar.

Otot rangka melekat pada tulang kerangka. Ketika otot-otot ini berkontraksi, mereka menggerakkan tubuh. Mereka memungkinkan kita untuk menggunakan anggota tubuh kita dalam berbagai cara, dari berjalan ke memutar roda berguling. Otot rangka juga menjaga postur dan membantu menjaga keseimbangan.

Otot-otot polos di dinding pembuluh darah berkontraksi untuk menyebabkan vasokonstriksi, yang dapat membantu menghemat panas tubuh. Relaksasi otot-otot ini menyebabkan vasodilatasi, yang dapat membantu tubuh kehilangan panas. Dalam organ-organ sistem pencernaan, otot-otot polos memeras makanan melalui saluran pencernaan dengan berkontraksi secara berurutan untuk membentuk gelombang kontraksi otot yang disebut peristaltik. Peristaltik otot polos juga menggerakkan urin melalui saluran kemih.

Jaringan otot jantung hanya ditemukan di dinding jantung. Ketika otot jantung berkontraksi, itu membuat detak jantung. Tindakan memompa jantung yang berdetak membuat darah mengalir melalui sistem kardiovaskular.

Pengertian Sistem Otot Manusia

Pergerakan tubuh ditentukan oleh sistem rangka dan otot. Sistem otot adalah jaringan yang ada didalam tubuh manusia berupa alat gerak aktif yang menggerakkan tulang sehingga menyebabkan suatu organisme atau indvidu dapat bergerak. Otot bekerja dengan cara berkontraksi dan berelaksasi. Otot terdiri dari sel – sel yang terspesialisasi untuk kontraksi yaitu mengandung protein kontraktil yang dapat berubah dalam ukuran panjang dan memungkinkan sel – sel untuk memendek. Sel – sel tersebut sering disebut serabut – serabut otot. Serabut – serabut otot disatukan oleh jaringan ikat.

Struktur Sistem Otot Manusia

Otot memiliki struktur dan komponen tersendiri yaitu :

1. Tendon.

jaringan ikat fibrosa (tidak elastic) yang tebal dan berwarna putih yang menghubungkan otot rangka dengan tulang. Urat – urat ini berupa serabut – serabut simpai yang putih, berkilap, tidak elastic. Aponeuroses adalah lembaran – lembaran datar atau simpai dari jaringan fibrus dengan maksud untuk memuat kelompok-kelompok otot dan adakalanya membawa sebuah otot dengan bagian yang menggerakkannya.

2. Fascia.

merupakan jaringan ikat gabungan dari jaringan fibrus dan areolar yang membungkus dan menghimpun otot menjadi satu. Setiap fasciculus dipisahkan oleh jaringan ikat perimysium. Di dalam pascicle, endomysium mengelilingi 1 berkas sel otot. Di antara endomysium dan berkas serat otot tersebar sel satelit yang berfungsi dalam perbaikan jaringan otot yang rusak. Dalam bagian – bagian tertentu seperti dalam telapak tangan, fascia ini sangat padat dan kuat. Contohnya adalah fascia Palmaris dan fascia plantaris.

3. Sarkolema.

yang merupakan unit struktural jaringan otot yang berdiameter 0,01 – 0,1 mm dengan panjang 1-40 mm yang melapisi suatu sel otot yang fungsinya sebagai pelindung otot, besar dan jumlah jaringan terutama jaringan elastic akan meningkat sejalan dengan penambahan usia. Setial 1 serat otot dilapisi oleh jaringan elastic tipis yang disebut sarcolemma. Protoplasma serat otot yang berisi materi semicair disebut sarkoplasma. Di dalam matriks serat otot terbenam unit fungsional otot berdiameter 0,001 mm yang disebut myofibril.

4. Miofibril.

merupakan serat – serat yang terdapat dalam otot. Di bawah mikroskop, miofibril akan tampak spt pita gelap & terang yang bersilangan. Pita gelap (thick filament) dibentuk oleh myosin. Pita terang (thin filament) dibentuk oleh aktin, troponin & tropomiosin.

5. Miofilamen.

merupakan benang – benang / filament halus yang merasal dari myofibril. Terbagi atas dua macam yaitu miofilamen homogeny (terdapat pada otot polos) dan miofilamen heterogen terdapat pada otot jantung / otot kardiak dan pada otot lurik.

6. Sarkoplasma.

Sarkoplasma merupakan cairan sel otot yang fungsinya untuk tempat dimana myofibril dan miofilamen berada.

7. Rektikulum sarkoplasma.

Rektikulum adalah bagian padat dari fasia dalam dan menambatkan tendon – tendon yang berjalan melalui pergelangan dan mata kaki masuk kedalam tangan dan kaki. Jejaring kantung dan tubulus yang terorganisir pada jaringan otot. Tubulus – tubulus yang sejajar dengan miofibril, yang pada garis Z dan zona H bergabung membentuk kantung (lateral sac) yang dekat dengan sistem tubulus transversal (Tubulus T). Tempat penyimpanan ion Ca2+. Tubulus T mencapai saluran untuk berpindahnya cairan yang mengandung ion.ubulus T dan rektikulum sarkoplasma berperan dalam metabolisme, eksitasi, dan kontraksi otot.

Mioglobin : merupakan pigmen yang ada pada otot, berguna sebagai pengikat oksigen.
Motor end plates : merupakan tempat inervasi ujung-ujung saraf pada otot.

Sifat Gerak Sistem Otot Manusia

1. Otot Antagonis.

Merupakan dua otot atau lebih yang bekerja pada suatu sendi dan saling berlawanan arahnya sehingga gerakanya saling menghambat. Jika salah satu kontaksi maka otot yang lainya relaksasi. Contoh otot antagonis adalah otot lengan atas yang berfungsi menggerakan lengan bawah. Untuk menggerakan lengan bawah atau menurunkan diperlukan dua otot rangka, yaitu otot bisep dan otot trisep. Otot bisep berada pada lengan atas bagian depan, sedangkan otot trisep berada pada lengan atas bagian belakang. Jika otot bisep berkontraksi, maka otot trisep relaksasi, sehingga lengan bawah terangkat. Adapun jika otot trisep berkontraksi maka otot bisep relaksasi, sehingga lengan bawah turun atau lurus kembali.

Efek kerja otot antagonis dapat dibedakan menjadi :

  • Fleksor (membengkokan) dan ekstensor (meluruskan) misalnya terjadi pada otot bisep dan trisep.
  • Abduktor (menjauhkan badan) dan adductor (mendekati badan) misalnya gerak tangan sejajar bahu dengan sikap sempurna.
  • Depresor (ke bawah) dan elevator (ke atas), misalnya gerak tangan sejajar bahu dan sikap sempurna.
  • Supinator (mengadah) dan pronator (menelungkup), misalnya gerak telapak tangan mengadah dan gerak telapak tangan menelungkup.

2. Otot Sinergis.

Merupakan dua otot atau lebih yang bekerja pada satu sendi dan saling membantu sehingga memberikan gerakan searah. Misalnya otot pronator teres dan orot pronator kuadratus yang bekerja secara sinergis pada saat kita menggerakan telapak tangan menelungkup dan menggadah. Contoh lainya adalah otot bisep lengan atas dan otot pengangkat lengan atas yang menyebabkan gerakan membengkokan lengan bawah.

Jenis – Jenis Otot Manusia

1. Otot Lurik / Otot Rangka.

Otot lurik adalah otot yang menempel pada rangka tubuh yang digerakkan atas kehendak kita sehingga disebut sebagai otot motorik. Otot rangka mampu menggerakkan tulang karena otot dapat memanjang (relaksasi) dan memendek (kontraksi). Hasil pergerakan otot menyebabkan tulang – tulang yang menjadi tempat perlekatan otot dapat digerakkan. Otot lurik juga dikatakan otot rangka dilihat dari pengertian otot lurik yakni menempel pada rangka. Otot lurik mampu bekerja keras dan kuat karna memiliki banyak inti sel tetapi otot lurik mudah lelah artinya otot lurik butuh istirahat sehabis bekerja.

Gerak otot rangka mencakup gerak yang dilakukan oleh tangan dan kaki, misalnya berjalan, makan dan menulis. Gerak otot rangka diatur oleh saraf pusat (otak). Sehingga gerak otot rangka merupakan gerak yang disadari (menurut kehendak kita) atau disebut dengan otot sadar. Asal – usul dinamakannya otot lurik adalah otot lurik menunjukkan bagian gelap (aktin) dan terang (terang) yang silih berganti jika dilihat memakai mikroskop.

2. Otot Polos.

Otot Polos terdiri dari sel – sel otot yang berbentuk gelendong dengan satu inti sel yang terletak ditengah. Pengamatan dengan menggunakan mikroskop menunjukkan bahwa otot polos tidak memiliki garis – garis melintang seperti otot rangka.

Otot polos tidak melekat pada tulang rangka tubuh. Aktivitasnya lambat, namun gerakkannya beruntun. Otot polos mampu berkontraksi dalam waktu lama dan tidak cepat mengalami kelelahan. Gerak otot polos tidak menurut kehendak kita karena dikontrol oleh saraf tak sadar (saraf otonom) sehingga disebut otot tidak sadar. Otot polos dapat dijumpai pada dinding penyusun organ – organ tubuh bagian dalam. Misalnya pada saluran pernafasan, saluran pencernaan, saluran reproduksi, pembuluh darah dan getah bening

3. Otot Jantung.

Otot jantung (miokardium) adalah jenis otot lurik tidak sadar yang hanya dijumpai pada dinding jantung, khususnya myocardium dan vena kava yang memasuki jantung. Sel – sel yang meliputi otot jantung yaitu cardiomyocyte atau sel otot myocardiocyteal dapat berisi satu, dua, tiga dan empat inti sel (tiga atau empat sangat jarang). Kontraksi yang terkoordinasi dari sel otot jantung di jantung memompa darah keluar dari serambi and bilik ke pembuluh darah dari kiri/tubuh/sistemik dan kanan/paru-paru.

Tindakan yang kompleks ini membentuk sistol pada jantung. Sel – sel pada otot jantung seperti semua jaringan pada tubuh, bergantung dengan suplai darah yang cukup untuk mengirim oksigen dan nutrisi dan untuk membuang produk sisa seperti karbon dioksida. Arteri koroner memenuhi fungsi ini. Gerak otot jantung dikendalikan oleh saraf tak sadar (otonom). Sel – sel otot jantung tersusun seperti anyaman bercabang dengan sedikit jaringan penyambung disekelilingnya.

Cara Kerja Sistem Otot Manusia

Tulang-tulang dapat digerakkan karena adanya otot yang berkontraksi. Bagian otot yang berkontraksi sebenarnya adalah sel – sel otot. Otot berkontraksi karena pengaruh suatu rangsangan melalui saraf. Rangsangan yang tiba ke sel otot akan memengaruhi suatu zat (asetilkolin) yang peka terhadap rangsangan. Asetilkolin adalah zat pemindah rangsangan yang dihasilkan pada bagian ujung saraf. Adanya asetilkolin akan membebaskan ion kalsium yang berada di sel otot.

Melalui proses tertentu, adanya ion kalsium menyebabkan protein otot, yaitu aktin dan miosin berikatan membentuk aktomiosin. Hal ini menyebabkan pemendekan sel otot sehingga terjadilah kontraksi. Setelah berkontraksi, ion kalsium masuk kembali ke dalam plasma sel, sehingga menyebabkan lepasnya pelekatan aktin dan miosin yang menyebabkan otot menjadi lemas. Keadaan ini disebut relaksasi.

Otot yang sedang berkontraksi menjadi besar, memendek, dan mengeras. Bila otot berkontraksi, maka tulang-tulang tempat otot melekat akan tertarik sehingga tulang turut bergerak. Adanya pergerakan tulang menyebabkan persendian bergerak pula. Jadi, gerak pada tubuh kita melibatkan kerja sama otot, tulang, sendi, dan saraf.

Fungsi Sistem Otot Manusia

Selain sebagai alat gerak aktif, membentuk postur tubuh dan menghasilkan panas.

Otot memiliki 4 fungsi utama sebagai berikut :

  • Kontraktilitas : kemampuan otot untuk memendek dengan kekuatan tertentu
  • Eksitabilitas : kemampuan otot untuk merespon stimulus
  • Ekstensibilitas : kemampuan otot untuk merenggang dengan panjang tertentu dengan derajat tertentu
  • Elastisitas : kemampuan otot untuk kembali kebentuk dan ukuran semula.

Related Posts