Topografi: Pengertian, Sejarah, Tujuan, jenis, contoh

Topografi adalah istilah luas yang digunakan untuk menggambarkan studi terperinci tentang permukaan bumi. Ini termasuk perubahan pada permukaan seperti pegunungan dan lembah serta fitur seperti sungai dan jalan.

Topografi juga bisa mencakup permukaan planet lain, bulan, asteroid dan meteor. Topografi terkait erat dengan praktik survei, yaitu praktik untuk menentukan dan mencatat posisi ti-tik-ti-tik dalam hubungan satu sama lain.

Topografi menggambarkan fitur fisik suatu wilayah tanah. Fitur-fitur ini biasanya termasuk formasi alami seperti gunung, sungai, danau, dan lembah. Fitur buatan manusia seperti jalan, bendungan, dan kota juga dapat dimasukkan. Topografi sering mencatat berbagai ketinggian suatu daerah menggunakan peta topografi.

Pengertian

Topografi adalah mengacu pada bentuk, kelegaan, kontur, kekasaran, dan dimensi lain dari permukaan bumi. Ini dapat mencakup fitur geologi alami dan struktur buatan manusia.

Survei dilakukan untuk mempelajari, mengukur, dan memetakan fitur topografi untuk memberikan visualisasi detail pada suatu area. Topografi penting untuk perjalanan, transportasi, jalur penerbangan, teknik, arsitektur, geologi, kehutanan, dan pertanian. Ini juga memiliki dampak signifikan pada bagaimana kota dirancang dan ditata.

Komponen Topografi

  • Bentuk lahan – Bentuklahan yang dipelajari dalam topografi dapat mencakup apa saja yang secara fisik berdampak pada area. Contohnya termasuk gunung, bukit, lembah, danau, laut, sungai, kota, bendungan, dan jalan.
  • Ketinggian – Ketinggian, atau elevasi, gunung dan benda lainnya dicatat sebagai bagian dari topografi. Ini biasanya dicatat mengacu pada permukaan laut (permukaan laut).
  • Garis lintang– Latitude memberikan posisi utara / selatan suatu lokasi dalam referensi dari khatulistiwa. Garis khatulistiwa adalah garis horizontal yang ditarik di sekitar tengah Bumi yang jaraknya sama denga Kutub Utara dan Kutub Selatan. Garis khatulistiwa memiliki garis lintang 0 derajat.
  • Garis Bujur – Bujur memberikan posisi timur / barat dari suatu lokasi. Garis Bujur umumnya diukur dalam derajat dari Prime Meridian.

Sejarah

Kata topografi itu sendiri berasal dari bahasa Yunani “topo,” yang berarti tempat, dan “graphia,” yang berarti menulis, atau merekam. Beberapa survei topografi yang pertama diketahui dilakukan oleh militer Inggris pada akhir abad kedelapan belas.

Di Amerika Serikat, survei terperinci paling awal dilakukan selama Perang 1812 oleh “Biro Topografi Angkatan Darat.” Sepanjang pemetaan topografi abad ke-20 menjadi lebih kompleks dan tepat dengan penemuan instrumen seperti theodolites dan tingkat otomatis. Baru-baru ini, perkembangan di dunia digital seperti GIS (sistem informasi geografis) telah memungkinkan kita membuat peta topografi yang semakin kompleks.

Tujuan

Topografi zaman modern umumnya berkaitan dengan pengukuran dan pencatatan kontur elevasi, menghasilkan representasi tiga dimensi permukaan bumi.

Serangkaian titik dipilih dan diukur berdasarkan koordinat horisontal mereka, seperti garis lintang dan bujur, dan posisi vertikal mereka, dalam hal ketinggian. Saat direkam dalam rangkaian, ti-tik-ti-tik ini menghasilkan garis kontur yang menunjukkan perubahan bertahap pada medan.

Teknik

Bentuk pengukuran yang paling banyak digunakan dikenal dengan Direct Survey. Ini adalah proses mengukur jarak dan sudut pengukuran secara manual dengan menggunakan instrumen leveling seperti theodolites.

Survei langsung menyediakan data dasar untuk semua pemetaan topografi, termasuk sistem pencitraan digital. Informasi ini dapat digunakan bersamaan dengan sistem lain seperti fotografi udara atau citra satelit untuk memberikan gambaran lengkap tentang tanah yang dimaksud.

Ada sejumlah cara informasi dikumpulkan untuk membuat peta topografi. Mereka dapat dibagi menjadi dua metode utama: survei langsung dan survei tidak langsung.

  • Survei langsung – Sebuah survei langsung adalah ketika seseorang di lapangan menggunakan peralatan survei, seperti level dan klinometer, untuk secara langsung mengukur lokasi dan ketinggian tanah. Anda mungkin pernah melihat surveyor di sepanjang jalan kadang-kadang melakukan pengukuran dengan melihat melalui instrumen leveling yang duduk di atas tripod tinggi.
  • Survei tidak langsung – Wilayah terpencil dapat dipetakan menggunakan metode tidak langsung. Metode-metode ini termasuk gambar satelit, gambar yang diambil dari pesawat, radar, dan sonar (bawah air).

Pemetaan Sonar adalah teknik utama yang digunakan untuk memetakan dasar laut. Pulsa dikirim melalui air dari speaker bawah air, dan dipantulkan kembali oleh benda-benda di air, seperti dasar laut, tempat karang, atau kapal selam.

Mikrofon mengukur gelombang suara yang dipantulkan. Waktu gema yang dibutuhkan untuk kembali sebanding dengan jarak objek pemantulan. Data ini memungkinkan perubahan di medan bawah laut dan benda-benda lain seperti bangkai kapal untuk dipetakan.

Kegunaan

Topografi memiliki sejumlah kegunaan termasuk:

  • Pertanian – Topografi sering digunakan dalam pertanian untuk menentukan bagaimana tanah dapat dilestarikan dan bagaimana air akan mengalir di atas tanah.
  • Lingkungan – Data dari topografi dapat membantu melestarikan lingkungan. Dengan memahami kontur tanah, para ilmuwan dapat menentukan bagaimana air dan angin dapat menyebabkan erosi. Mereka dapat membantu membangun kawasan konservasi seperti daerah aliran sungai dan blok angin.
  • Cuaca – Topografi tanah dapat berdampak pada pola cuaca. Ahli meteorologi menggunakan informasi tentang gunung, lembah, lautan, dan danau untuk membantu memprediksi cuaca.
    Militer – Topografi juga penting bagi militer. Tentara sepanjang sejarah telah menggunakan informasi tentang ketinggian, bukit, air, dan bentang alam lainnya ketika merencanakan strategi militer mereka.

Studi topografi dapat digunakan untuk berbagai aplikasi seperti perencanaan militer dan eksplorasi geologi.

Informasi terperinci tentang permukaan dan fitur permukaan juga penting untuk perencanaan dan konstruksi proyek teknik sipil atau konstruksi utama. Baru-baru ini, survei berskala besar seperti Google Maps telah diproduksi menggunakan teknologi satelit, memberikan survei bumi yang lengkap dan menteluruh.

Sistem Pemetaan Digital

Ada berbagai sistem digital yang memanfaatkan data dasar yang dikumpulkan dari survei topografi untuk menghasilkan peta:

GIS menggunakan perangkat lunak komputer untuk membuat peta yang sangat terperinci dengan lapisan yang berbeda yang menampilkan hampir semua jenis elemen, seperti jalan, jembatan, bangunan, sungai, batas-batas politik, jenis tanah,

Perender 3-D menggunakan gambar satelit atau udara untuk menghasilkan model tiga dimensi menggunakan perangkat lunak komputer.

Fotografi udara dan fotogrametri menggabungkan foto dari berbagai sudut dan menggunakan proses triangulasi untuk menghitung lokasi elemen.

Jenis

1. Topografi Karst

Topografi Karst menggambarkan lanskap berbeda yang dibuat ketika batuan yang mendasarinya larut atau berubah bentuk. Ini membentuk gua, celah, sumur bawah tanah, bukit bergerigi, tebing, dasar sungai dan jenis medan lainnya.

Jenis topografi ini menunjukkan bahwa air dekat dengan batuan dasar yang dapat larut seperti batu kapur, dolomit, gipsum, dan garam batu. Topografi Karst contohnya ditemukan di seluruh dunia; di AS, sangat penting untuk memetakan formasi gua besar seperti Gua Mammoth dan Sistem Gua Fisher Ridge di Kentucky, Gua Permata dan Gua Angin di South Dakota, dan Sistem Lubang Keramat di Virginia Barat.

2. Topografi Gunung

Peta topografi menunjukkan bentang alam seperti bukit dan gunung. Garis kontur menandai di mana gunung dan bukit berada dan mewakili fitur-fiturnya. Ini termasuk ketinggiannya, kemiringan lereng, konfigurasi lereng dan posisi lereng.

Pada peta topografi, pegunungan biasanya ditandai dari puncak bukit ke dasar lembah, dengan warna yang lebih terang untuk ketinggian dan angka yang lebih tinggi yang menunjukkan ketinggian sehubungan dengan permukaan laut. Pegunungan berbeda dari bukit karena mereka menunjukkan ketinggian dan wilayah yang lebih besar.

3. Vegetasi, Ketinggian dan Gletser

Relief atau kontur suatu wilayah sering ditampilkan sebagai garis coklat yang menghubungkan titik-titik dengan ketinggian yang sama pada peta. Ini memungkinkan untuk mengukur dan menunjukkan ketinggian gunung, lereng curam, dan kedalaman laut pada peta datar.

Studi dan pemetaan topografi juga dapat mencakup vegetasi seperti hutan di setiap tingkat gunung. Hutan besar dan lebat diwakili oleh nuansa hijau yang lebih gelap pada peta, sementara vegetasi yang lebih jarang di ladang dan dataran digambarkan dalam warna hijau yang lebih terang.

Demikian pula, badan air yang lebih besar dan lebih dalam diwarnai atau diuraikan dalam warna biru gelap daripada danau dan kolam yang lebih kecil. Area putih dan garis kontur menunjukkan gletser dan ladang salju, yang tertutup salju sepanjang tahun.

Peta Topografi

Peta topografi adalah peta yang menunjukkan fitur fisik tanah. Selain hanya menampilkan bentang alam seperti gunung dan sungai, peta juga menunjukkan perubahan ketinggian tanah. Ketinggian ditampilkan menggunakan garis kontur.

Ketika garis kontur digambar pada peta, garis itu mewakili ketinggian yang diberikan. Setiap titik pada peta yang menyentuh garis harus memiliki ketinggian yang sama. Pada beberapa peta, angka pada garis akan memberi tahu Anda ketinggian untuk garis itu.

Garis kontur yang bersebelahan akan mewakili ketinggian yang berbeda. Semakin dekat garis kontur satu sama lain, semakin curam kemiringan tanah.

Perseus (rasi bintang): lokasi, mitologi, dan ciri-ciri
Apa itu Awan? Jenis dan Bagaimana terbentuk
7 Karakteristik benua Amerika Selatan
Limpasan: Pengertian, jenis, dampak, pencegahan