Pengukuran dalam fisika – pengertian, jenis, alat

Pengukuran dalam fisika adalah proses untuk mendapatkan nilai numerik atau kuantitatif dari suatu besaran fisika. Pengukuran ini penting dalam fisika karena membantu kita untuk memahami alam dan fenomena-fenomena yang terjadi di dalamnya.

Dalam melakukan pengukuran, terdapat beberapa langkah yang umumnya diikuti. Pertama, kita perlu menentukan besaran apa yang ingin diukur. Misalnya, panjang, massa, waktu, atau suhu. Setelah itu, kita perlu memilih satuan yang sesuai untuk mengukur besaran tersebut, seperti meter, kilogram, detik, atau derajat Celsius.

Selanjutnya, kita perlu menggunakan alat ukur yang sesuai. Misalnya, penggaris untuk mengukur panjang, timbangan untuk mengukur massa, jam untuk mengukur waktu, atau termometer untuk mengukur suhu. Alat ukur tersebut harus dikalibrasi dengan baik agar memberikan hasil yang akurat.

Setelah alat ukur dipersiapkan, langkah berikutnya adalah melakukan pengukuran. Ini melibatkan menempatkan alat ukur pada objek yang ingin diukur dan membaca nilai yang ditunjukkan oleh alat tersebut. Penting untuk melakukan pengukuran dengan hati-hati dan menghindari kesalahan, seperti paralaks atau ketidaktepatan dalam membaca skala alat ukur.

Setelah pengukuran selesai, hasil yang diperoleh perlu dianalisis dan diolah. Ini bisa meliputi perhitungan rata-rata, deviasi standar, atau perbandingan dengan nilai-nilai yang sudah diketahui sebelumnya. Hasil pengukuran juga perlu dilaporkan dengan jelas, termasuk besaran yang diukur, satuan yang digunakan, dan ketidakpastian pengukuran.

Pengukuran dalam fisika juga melibatkan konsep ketidakpastian. Ketidakpastian menggambarkan tingkat keakuratan atau keterbatasan suatu pengukuran. Dalam banyak kasus, pengukuran fisika tidak dapat memberikan nilai yang tepat karena ada faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pengukuran, seperti ketelitian alat ukur atau kesalahan manusia. Oleh karena itu, ketidakpastian harus diperhitungkan dan dilaporkan bersama dengan hasil pengukuran.

 

Jenis pengukuran

Jenis pengukuran dapat diklasifikasikan menurut cara memperoleh pengukuran, pengukuran langsung dan pengukuran tidak langsung; area dimana pengukuran akan digunakan, seperti pengukuran fisik, kimia dan biologi; dan menurut satuan pengukuran seperti pengukuran suhu dalam celsius (C °) atau fahrenheit (F °).

Pengukuran langsung

Pengukuran langsung mengacu pada mendapatkan hasil dengan segera menggunakan alat ukur, seperti menggunakan pita pengukur untuk mengukur tinggi badan, menggunakan timbangan untuk menimbang buah, dan menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan seorang teman dengan stopwatch.

Pengukuran langsung digunakan dalam kehidupan sehari-hari tetapi juga di laboratorium. Dalam kimia, misalnya, berat setiap zat untuk membuat larutan diukur langsung dengan timbangan yang dikalibrasi untuk tujuan tersebut.

Pengukuran tidak langsung

Pengukuran tidak langsung merupakan karakteristik pengukuran yang memerlukan urutan rumus dan data dari penyelidikan sebelumnya. Dalam pengertian ini, pengukuran tidak langsung dicirikan karena mereka mematuhi metode ilmiah karena kompleksitasnya. Objek studi yang membutuhkan pengukuran yang berbeda, seperti pengukuran ketimpangan sosial dan pengukuran gelombang gravitasi.

Sistem pengukuran

Sistem pengukuran adalah standar skala yang ditentukan berdasarkan konsensus. Sistem Pengukuran Internasional (SI) adalah sistem yang paling banyak digunakan untuk menentukan besaran fisik. Tujuh satuan SI dasar adalah: meter (jarak), kilogram (massa), sekon (waktu), ampere (arus listrik), kelvin (suhu), candela (intensitas cahaya), dan mol (berat bahan kimia).

Tujuh satuan dasar ditentukan oleh metode ilmiah, dengan pengecualian kilogram, yang polanya telah dipertahankan sejak 1960 di Kantor Internasional Berat dan Ukuran.

Alat ukur

Untuk melakukan pengukuran kita memiliki alat ukur seperti penggaris, timbangan dan termometer yang memiliki satuan ukur tertentu. Segala sesuatu yang kita gunakan untuk membantu kita mengukur disebut alat ukur, perkakas, atau perangkat.

Pengukuran untuk investigasi ilmiah, ketelitian pengukuran lebih besar dan oleh karena itu, diperlukan alat ukur yang lebih presisi dan terkalibrasi, seperti timbangan analitik.

Post terkait

Kesalahan Relatif: Memahami Konsep dan Signifikansinya

Related Posts