Pengertian Komet

Komet adalah benda angkasa padat yang ditutupi oleh bahan organik saat diam, seperti air, metana, amonia, atau es kering, yang menyublim sebelum energi matahari, yaitu, mereka berubah dari padat menjadi gas, tanpa melalui keadaan cair.

Kata komet berasal dari bahasa Latin comÄ“ta, yang berarti “rambut”, mengacu pada karakteristik bangun atau ekor yang dihasilkan benda langit ini ketika mendekati Matahari.

Jalur komet bisa berbentuk elips, parabola, atau hiperbolik, dan sebagian besar komet bergerak secara berkala.

Saat komet melewati atmosfer bumi, ia terurai menjadi beberapa fragmen, menyebabkan hujan bintang.

Asal muasal komet

Komet memiliki dua kemungkinan sumber: awan Oort dan sabuk Kuiper.

Oort Cloud.

Ini adalah formasi bola yang berisi asteroid dan komet di dalamnya. Ini adalah awan hipotetis, karena belum terlihat, dan diyakini terletak di batas Tata Surya. Komet berperiode panjang diduga berasal dari awan ini.

Sabuk Kuiper.

Ini adalah sekumpulan komet dan benda langit lainnya yang mengorbit Matahari, di dekat planet Neptunus. Komet berperioda pendek diyakini berasal dari sana.

Struktur komet

Komet terdiri dari lima bagian: inti, koma, ekor ion, ekor debu, dan selubung hidrogen.

Inti.

Itu terdiri dari es dan batu. Dari sini keluar sisa-sisa debu komet yang nantinya akan menjadi bagian dari ekornya. Itu adalah bagian komet yang paling terang.

Koma.

Ini adalah awan debu dan gas yang menutupi inti.

Ekor ionik.

Ini terbentuk dengan ion yang dikeluarkan dari inti. Perpanjangannya bisa mencapai beberapa kilometer dan meskipun ada di semua komet, itu tidak selalu terlihat.

Ekor debu.

Ini dihasilkan pada saat sublimasi, ketika energi matahari melepaskan debu yang ditemukan di inti.

Selubung hidrogen.

Saat komet menyerap sinar ultraviolet, ia melepaskan hidrogen, menciptakan semacam lapisan atau selubung di sekitarnya.

Klasifikasi Komet

Komet diklasifikasikan menurut ukurannya, usia kometnya, dan periodisitasnya saat menyelesaikan orbitnya.

Menurut ukurannya:

  • Dari 0 hingga 1,5 km: komet kerdil.
  • Dari 1,5 hingga 3 km: komet kecil.
  • Dari 3 hingga 6 km: komet sedang.
  • Dari 6 hingga 10 km: komet besar.
  • Dari 10 km hingga 50 km: komet raksasa.
  • Lebih dari 50 km: Goliath.

Menurut usia kometnya:

Usia komet diukur berdasarkan orbitnya mengelilingi Matahari dan dinyatakan dalam CY (tahun komet)

  • Kurang dari 5 tahun: komet bayi.
  • Kurang dari 30 tahun: komet muda.
  • Kurang dari 70 tahun: komet sedang.
  • Kurang dari 100 tahun: komet tua.
  • Lebih dari 100 tahun: komet Methuselah.

Menurut periode translasi:

Gerakan translasi adalah gerakan komet yang mengelilingi Matahari.Periode sebuah komet dapat berupa:

  • Kurang dari 20 tahun: komet jangka pendek.
  • Antara 20 dan 200 tahun: komet dari periode menengah.
  • Antara 200 dan 1.000.000 tahun: komet berperiode panjang

Ada komet yang hanya lewat sekali dan kemudian menghilang selamanya, itulah sebabnya disebut non-periodik. Mereka dicirikan dengan memiliki orbit parabola atau hiperbolik. Untuk bagiannya, komet periodik memiliki orbit elips.

Topografi: Pengertian, Sejarah, Tujuan, jenis, contoh
Perseus (rasi bintang): lokasi, mitologi, dan ciri-ciri
Apa itu Awan? Jenis dan Bagaimana terbentuk
7 Karakteristik benua Amerika Selatan