Ciri-ciri Multikulturalisme, manfaat dan contoh

Dari perspektif sosiologis atau antropologis, adalah mungkin untuk berbicara tentang multikulturalisme ketika dalam ruang geografis, fisik atau sosial yang sama, budaya yang berbeda bertemu dan hidup berdampingan dengan cara yang toleran dan saling menghormati dan tanpa mendominasi yang lain. Faktanya, multikulturalisme tidak menyiratkan pertukaran penting antar budaya melainkan koeksistensi yang harmonis di antara mereka. Dalam pengertian ini, ini menyiratkan penerimaan dan pengakuan nilai-nilai budaya selain milik sendiri.

Pengertian

Multikulturalisme adalah kehadiran kelompok-kelompok dari budaya berbeda yang hidup bersama dalam ruang geografis, fisik, atau sosial yang sama. Keragaman budaya mereka dapat ditandai, misalnya, oleh perbedaan keyakinan agama, bahasa, etnis, atau jenis kelamin mereka. Selain itu, multikulturalisme merupakan posisi di mana keanekaragaman budaya diakui, dihormati dan dipromosikan.

Multikulturalisme mempromosikan keanekaragaman budaya dan dengan demikian menentang tren saat ini untuk menyatukan bentuk-bentuk budaya di masa globalisasi ini. Gagasan ini telah dimasukkan ke dalam model politik resmi berbagai negara karena berbagai alasan. Ini adalah ideologi yang menurutnya masyarakat harus mengizinkan kelompok budaya yang berbeda untuk hidup berdampingan dalam kerangka kesetaraan.

Akhirnya, perlu dicatat bahwa istilah multikulturalisme terdiri dari prefiks “multi” yang berasal dari bahasa Latin “multus” atau “fine” yang artinya “banyak”. Di sisi lain, “cultus”, “cult” berasal dari partisip dari kata kerja “colere” yang artinya “menumbuhkan”.

Ciri Multikulturalisme

Di antara ciri-ciri multikulturalisme, berikut ini yang menonjol:

  • Ini mendorong koeksistensi dalam harmoni antara budaya yang berbeda.
  • Menerima dan mengakui keberadaan semua bentuk budaya tanpa menyangkal apapun dan dalam kerangka kesetaraan.
  • Hindari stereotip dan prasangka yang ada di sekitar bentuk budaya yang berbeda.
  • Ini mempromosikan toleransi dan penghormatan terhadap keragaman budaya.
  • Pertahankan hak untuk perbedaan.
  • Ia menolak diskriminasi dan marginalisasi.

Nilai

Jika multikulturalisme tidak ada, kita semua akan sama, kita semua akan memiliki keyakinan yang sama dan bertindak dengan cara yang sama. Ini akan membatasi pertumbuhan dan perkembangan kita sebagai manusia. Multikulturalisme memungkinkan kita memperluas wawasan dan cara berpikir kita.

Nilai-nilai multikultural mendukung sikap yang lebih terbuka di dunia yang majemuk dan mengglobal saat ini. Ketika dunia dilihat dari perspektif multikultural, lebih mudah untuk mendekati konsep, peristiwa atau situasi dari posisi yang berbeda. Dalam pengertian ini, lebih mudah untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan berpikir kritis. Demikian pula, multikulturalisme mengajarkan kepada kita bahwa ada lebih dari satu sudut pandang yang valid mengenai persepsi tentang realitas.

Di sisi lain, ini membantu memperkuat harga diri individu dengan mengenali dan menghormati anggota dari kelompok budaya yang berbeda dan mengkonsolidasikan identitas budaya sendiri.

Manfaat

Multikulturalisme memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Keragaman ide dan keyakinan dari budaya yang berbeda berkontribusi untuk menumbuhkan rasa hormat terhadap mereka.
  • Ini memungkinkan kita untuk mencampur berbagai bentuk budaya dan belajar dari masing-masing.
  • Perspektif multikultural mengurangi etnosentrisme dan memperluas serta memperkaya cakrawala, yang berkontribusi pada penemuan dan penciptaan konsep-konsep baru.
  • Ini mendukung inovasi dan kreativitas dengan menawarkan perspektif yang lebih luas yang diperkaya oleh berbagai bentuk budaya.

Pentingnya multikulturalisme

Multikulturalisme sangat penting karena mendukung pemahaman budaya lain dari posisi menghormati, toleransi, dan kebebasan. Tanpa multikulturalisme, masyarakat hanya tahu budaya dominan dan bentuk budaya lain akan terpinggirkan.

Berkat multikulturalisme, anggota masyarakat dapat belajar mengelola dan menghormati perbedaan mereka dan memanfaatkannya.

Perbedaan multikulturalisme dan interkulturalitas

Meskipun multikulturalisme dan interkulturalitas adalah dua pengertian yang saling terkait, ada perbedaan di antara keduanya. Multikulturalisme mengacu terutama pada kehadiran berbagai bentuk budaya sedangkan interkulturalitas mengacu pada interaksi yang terjadi antar kelompok yang termasuk dalam budaya yang berbeda.

Contoh

Meksiko

Negara ini memiliki keanekaragaman budaya yang besar dari berbagai sudut pandang. Misalnya, terkait bahasa, perlu dicatat bahwa Meksiko memiliki 11 rumpun bahasa, menurut data dari National Commission for Development of Indigenous Peoples. Warisan budaya asli dan mestizo yang multikultural ini tercermin baik dalam masakan tradisional maupun dalam manifestasi artistiknya.

Chile

Di Chili ada kelompok dari kelompok etnis adat yang berbeda, seperti Mapuche atau Atacameños. Selain itu, merupakan negara yang juga diperkaya dengan kontribusi para pendatang. Namun, penting juga untuk dicatat bahwa tidak seperti negara lain seperti Kolombia dan Venezuela, di mana terjadi miscegenation besar setelah masa kolonisasi yang memfasilitasi integrasi budaya yang berbeda, di Chile proses miscegenation ini tidak terjadi pada tingkat yang sama..

Peru

Dalam budaya Peru ada contoh yang sangat baik dari multikulturalisme karena dicirikan sebagai perpaduan berbagai budaya dan terdiri dari pengaruh budaya pesisir, Andes dan Aymara, serta kontribusi imigran dari Eropa, Afrika dan Asia. yang telah datang ke negara ini selama bertahun-tahun. Keragaman budaya ini tercermin misalnya dalam keahlian memasaknya, yang memiliki unsur-unsur dari berbagai bentuk budaya yang menjadikannya unik di dunia.

Kolumbia

Konstitusi Kolombia mendukung dalam konstitusinya tahun 1991, dimasukkannya berbagai komunitas etnis yang merupakan bagian dari warisan budaya negara. Dalam pengertian ini, kelompok etnis ini telah diberi kesempatan untuk berpartisipasi di tingkat politik. Lebih jauh, penerapan kebijakan pluralitas dan multikulturalisme merupakan pengakuan atas sifat heterogen dari masyarakat Kolombia.

Guatemala

Di negara Guatemala, orang Maya telah diakui sebagai kelompok etnis dan ini telah disahkan dalam Perjanjian tentang Identitas dan Hak-Hak Masyarakat Adat. Legitimasi budaya Maya merupakan kemajuan karena sebelumnya ekspresi budaya Maya dipersepsikan dengan cara yang merendahkan. Dari perspektif ini, misalnya, praktik mutilasi diri dan pengorbanan manusia suku Maya kuno tidak dianggap jahat, melainkan dianggap sebagai elemen budaya yang merupakan bagian dari konstruksi sosial lainnya. Dalam pengertian ini, penerapan kebijakan multikultural mendukung penghormatan dan pengakuan terhadap budaya yang beragam.

Related Posts