Contoh Jenis Protozoa penyebab penyakit pada Manusia

Protozoa adalah mikroskopis, organisme bersel satu yang bisa hidup bebas atau bersifat parasit. Mereka mampu berkembang biak pada manusia, yang berkontribusi pada kelangsungan hidup mereka dan juga memungkinkan infeksi serius berkembang hanya dari satu organisme.

Penularan protozoa yang hidup di usus manusia ke manusia lain biasanya terjadi melalui rute fecal-oral (misalnya, makanan atau air yang terkontaminasi atau kontak orang-ke-orang). Protozoa yang hidup dalam darah atau jaringan manusia ditransmisikan ke manusia lain dengan vektor arthropoda (misalnya, melalui gigitan nyamuk atau lalat pasir).

Namun, protozoa tertentu yang pernah menyebabkan penyakit ringan atau tanpa menjadi mengancam nyawa. Sebuah contoh yang baik adalah Pneumocystis carinii. Protozoa ini ditemukan pada paru-paru kebanyakan orang yang sehat. Namun, pada pasien dengan “AIDS” dapat menyebabkan pneumonia yang fatal.

Setidaknya, terdpat lebih dari 30.000 spesies protozoa, namun tidak semua sifatnya parasit. Organisme tersebut mempunyai flagella menjadi alat gerak khusus. Berukuran kecil dan hanya bisa dilihat lewat mikroskop.
Protozoa bisa dijumpai pada setiap tempat dibumi. Mulai bagian samudra terdalam sampai puncak gunung paling tinggi. Bahkan, organisme ini dapat kalian temukan dikolam, rawa, aliran sunga dan tanah. Air yang tercemar juga mengandung sejumlah protozoa.

Pengertian Protozoa

Protozoa berasal dari bahasa Yunani yakni “Protos” yang artinya “Pertama” dan “Zoon” yang artinya “Hewan” bisa diartikan sebagai hewan pertama. Protozoa merupakan kelompok lain dari hewan protista eukariota. Pada umumnya protozoa hanya dapat dilihat melalui sebuah alat yang bernaman mikroskop.

Pada Protozoa sendiri berbeda dari prokariot mengingat ukuran tubuhnya yang lebih besar dan selnya termasuk eukariotik. Pada Protozoa juga berbeda dengan algae karena tidak berklorofil. Selain itu, Protozoa juga berbeda dengan jamur karena dapat bergerak aktif dan tidak berdinding sel, serta dibedakan dari jamur lendir karena tidak dapat membentuk badan buah.

Protozo berasal dari bahasa latin yang terdiri atas dua kata yaitu proto yang artinya pertama dan zoon yang artinya hewan. Jadi, protozoa adalah hewan pertama. Protozoa merupakan kelompok lain protista eukariotik.

Protozoa meripakan penghuni tempat berair atau basah, bila keadaan jadi kering maka dia akan membuat cryste (kristal). Kegiatan hidup di lakukan oleh sel itu sendiri. Di dalam sel terdapat alat-alat yang melakukan kegiatan hidup. Alat-alat itu misalnya: inti (nukleus), butir inti (nukleolus), rongga (vakuola), mitokondria.

Kadang-kadang antara algae dan protozoa kurang jelas perbedaannya. Kebanyakan Protozoa hanya dapat dilihat di bawah mikroskop. Beberapa organisme mempunyai sifat antara algae dan protozoa. Sebagai contoh algae hijau Euglenophyta, selnya berflagela dan merupakan sel tunggal yang berklorofil, tetapi dapat mengalami kehilangan klorofil dan kemampuan untuk berfotosintesa. Semua spesies Euglenophyta yang mampu hidup pada nutrien komplek tanpa adanya cahaya, beberapa ilmuwan memasukkannya ke dalam filum protozoa.

Contohnya strain mutan algae genus Chlamydomonas yang tidak berklorofil, dapat dimasukkan ke dalam kelas Protozoa genus Polytoma. Hal ini merupakan contoh bagaimana sulitnya membedakan dengan tegas antara algae dan protozoa. Protozoa dibedakan dari prokariot karena ukurannya yang lebih besar, dan selnya eukariotik. Protozoa dibedakan dari algae karena tidak berklorofil, dibedakan dari jamur karena dapat bergerak aktif dan tidak berdinding sel, serta dibedakan dari jamur lendir karena tidak dapat membentuk badan buah.

Penyakit yang disebabkan protozoa

Malaria

Mereka adalah yang paling mematikan dari penyakit protozoa, malaria merupakan salah satu dari lima penyakit menular “pembu.nuh”. Agen penyebabnya adalah dari genus plasmodium dari filum protozoa. Ini termasuk P.vivax, P. falciparum, P.ovale dan P.malariae. Hampir, 800.000 orang meninggal karena malaria setiap tahun. Hal ini ditularkan oleh nyamuk anopheles betina. Setelah mereka masuk ke tubuh manusia, mereka menjalani pematangan pada sel-sel hati dan darah. Gejalanya meliputi demam dengan menggigil dan kekakuan diikuti oleh keringat berlebihan. P.falciparum, jika tidak terdeteksi pada tahap awal, dapat menyebabkan malaria otak dan kematian.

Terapinya adalah dengan 4-aminoquinolines, yang meliputi klorokuin dan lakton sesquiterpine baru seperti artesunate dan artemeter.

Amoebiasis

Amoebiasis adalah sekelompok penyakit disebabkan oleh protozoa Entamoeba histolytica. Ini termasuk disentri amuba umum dan abses amuba pada hati, paru-paru, limpa dan kulit.

Disentri amuba ditandai dengan mencret dengan darah dan lendir di dalamnya. Nyeri perut spasmodik umum. Hal ini didiagnosis dengan pemeriksaan tinja di bawah mikroskop. Jika tidak diobati, dapat menyebabkan borok pada usus besar dan abses di tempat lain dalam tubuh.

Disentri amuba biasanya diobati dengan nitroimidazoles seperti metronidazole dan tinidazol.

Penyakit tidur

Penyakit ini, yang disebabkan oleh protozoa Trypanosoma brucei, ditularkan oleh lalat tsetse. Gejala diawali seperti demam, sakit kepala dan nyeri sendi. Jika tidak diobati sejak dini, dapat melibatkan beberapa organ, termasuk jantung dan ginjal. Akhirnya, organisme menembus sawar darah otak, menyebabkan gejala khas kebingungan, waktu siang hari somnambulism dan waktu malam insomnia.

Jenis Protozoa penyebab penyakit pada Manusia
Jenis Protozoa penyebab penyakit pada Manusia

Penyakit tidur diobati dengan obat yang mengandung arsenik, seperti suramin.

Toksoplasmosis

Penyakit protozoa ini disebabkan oleh Toxoplasma gondii. Infeksi disebabkan oleh makan daging yang terkontaminasi, konsumsi tanpa disengaja kotoran kucing atau mungkin dengan makan sayuran yang belum dicuci. Pada orang sehat, tanpa gejala atau dapat menyebabkan penyakit seperti flu. Namun, pada orang dengan HIV bisa fatal. Hal ini dapat menyebabkan ensefalitis atau necrotizing retinochoroiditis.

Pengobatan biasanya dengan klindamisin dan spiramisin.

Trichomoniasis

Trichomonas faginalis, sebuah protozoa, menyebabkan (biasanya menular generatif) trikomoniasis. Meskipun sebagian besar tanpa gejala, tetapi perlu diperhatikan karena dapat memfasilitasi penularan HIV.

Gejala vaginitis termasuk menyebabkan keputihan pada wanita dan uretritis menyebabkan rasa terbakar pada kemih pria.

Trichomoniasis diobati dengan metronidazol.

Giardiasis disebabkan oleh lamblia giardia dan disebarkan dengan mencemari dalam air dan, Kala azar, yang disebabkan oleh Leishmania, dan disebarkan oleh lalat pasir, adalah beberapa jenis lain dari penyakit protozoa.

Contoh protozoa penyebab penyakit pada Manusia:

  • Toxoplasma gondii. Protozoa yang menyebabkan toksoplasmosis dan Plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria pada manusia.
  • Entamoeba histolytica. Ini merupakan parasit dalam usus manusia dan menyebabkan penyakit disentri.
  • Entamoeba gingivalis. Protozoa hidup di rongga mulut (celah-celah gigi atau gusi) manusia, yang menyebabkan penyakit pada gusi
  • Balantidium coli. Ini merupakan parasit dalam usus besar manusia dan dapat menyebabkan diare (balantidiosis)
  • Trypanosoma brucei. Protozoa menyebabkan penyakit tidur pada manusia di Afrika.
  • Trypanosoma evansi. Ini penyebab penyakit surra pada ternak
  • Trichomonas vaginalis. Ini penyebab penyakit pada alat kelamin wanita dan saluran kelamin pria
  • Protozoa penyebab penyakit kala-azar yang merusak sel darah manusia
  • Toxoplasma gondii. Ini yang menyebabkan toksoplasmosis
  • Plasmodium sp. Protozoa yang menyebabkan penyakit malaria pada manusia

Bahaya Protozoa Bagi Tubuh

Walaupun begitu, jenis protozoa bisa membahayakan tubuh manusia. Karena dapat memicu terjadinya penyakit fatal. Bahaya protozoa dalam tubuh manusia terlihat dari jenis protozoa yang masuk serta menginfeksi tubuh, diantaranya :

  1. Balantidium coli. Protozoa ini hidup serta menginfeksi saluran pernapasan yang mengakibatkan penyakit balantidiasis.
  2. Entamoeba histolytica. Untuk jenis protozoa ini mengakibatkan terjadinya penyakita amoebiasis di usus.
  3. Giardia intestinalis. Jenis protozoa ini bereproduksi di usus halus, mengakibatkan penyakit giardisis/ diare. Mempunyai nama lain giardia duodenalis atau disebut giardia intestinalis yakni dijumpai dipermukaan tanah, air dan makanaan yang sudah terkontaminasi kotoran manusia maupun hewan.
  4. Leishmania yakni parasit mikroskopis yang ada dalam aliran darah, mengakibatkan penyakit leishmaniasis. Penularannya di manusia lewat gigitan spesies khusus dari hewan yang sudah terinfeksi. Terdapat 3 bentuk infesi akibat parasit tersebut, yakni mukosa, leishmaniasis kulit dan visceral.
  5. Plasmodium falciparum. Protozoa tersebut mengakibatkan penyakit malaria di manusia.
  6. Toxoplasma gondii, adalah parasit intraseluler yang mengakibatkan terjadinya toksoplasmosis.
  7. Trypanosoma brucei, mengakibatkan penyakit trypanosomiasis afrika maupun penyakit tidur.

Dikarenakan protozoa menyebar dimana-mana, maka penting bagi kita untuk hati-hati serta mencoba menghambat bahayanya protozoa. Sealu ingat mencuci tangan selepas aktivitas, memakai toilet dan sebelum makan. Masak makanan, khsusuna daging smapai matang sepenuhnya. Cucilah sayur dan buah sampai bersih dan pastikan airnya ini benar-benar matang.

Bila kalian berenang dikolam renang, kemungkinan kalian minum air kolam dengan tak sengaja. Berhati-hatilah sebab air kolam renang maupun danau mempunyai kandungan protozoa banyak. Satu tegukan saja dapat membahayakan bahkan saat air yang kalian lihat itu kondisinya bersih serta jernih. Protozoa hanya dapat dilihat lewat mikroskop jadi jangan hanya jernih kalian bisa terlena.

Morfologi Protozoa

Ukuran dan bentuk protozoa sangat beragam. Beberapa berbentuk lonjong atau membola, ada yang memanjang, ada pula yang polimorfik (mempunyai berbagai bentuk morfologi pada tingkat-tingkat yang berbeda dalam daur hidupnya). Beberapa protozoa berdiameter sekecil 1 mikron (µm); yang lain, seperti Amoeba proteus, berukuran 600 µm atau lebih. Beberapa siliata yang umum mencapai ukuran 2000 µm atau 2 mm, jadi dapat dilihat dengan mudah tanpa perbesaran.

Ada beberapa morfologi protozoa yang diantaranya yaitu:

  • Semua protozoa memiliki vakuola kontraktil. Vakuola dapat berperan sebagai pompa untuk mengeluarkan kelebihan air dari sel, atau untuk mengatur tekanan osmosis. Jumlah dan letak vakuola kontraktil berbeda pada setiap spesies.

Protozoa dapat berada dalam bentuk vegetatif atau bentuk istirahat yang disebut dengan kista. Protozoa pada keadaan yang tidak menguntungkan dapat membentuk kista untuk mempertahankan hidupnya. Saat kista berada pada keadaan yang menguntungkan, maka akan berkecambah menjadi sel vegetatifnya.

Pada Protozoa tidak memiliki dinding sel dan tidak mengandung selulosa atau khitin seperti pada jamur dan algae.

Kebanyakan protozoa memiliki bentuk spesifik yang ditandai dengan fleksibilitas ektoplasma yang ada dalam membran sel.

  • Beberapa jenis protozoa seperti Foraminifera memiliki kerangka luar sangat keras yang tersusun dari Si dan Ca.
  • Beberapa jenis Protozoa seperti Difflugia dapat mengikat partikel mineral untuk membentuk kerangka luar yang keras.
  • Beberapa jenis protozoa seperti Radiolarian dan heliozoan dapat menghasilkan skeleton. Kerangka luar yang keras ini seringh ditemukan dalam bentuk fosil.
  • Kerangka luar protozoa jenis Foraminifera tersusun dari CaO2 sehingga koloninya dalam waktu jutaan tahun dapat membentuk batuan kapur.

Protozoa merupakan sel tunggal yang dapat bergerak secara khas menggunakan pseudopodia “kaki palsu”, flagela atau silia namun ada yang tidak bisa bergerak aktif. Yang berdasarkan alat gerak yang dimiliki dan mekanisme gerakan inilah, Protozoa dapat dikelompokkan ke dalam 4 kelas. Protozoa yang bergerak secara amoeboid dikelompokkan ke dalam Sarcodina yang bergerak secara amoeboid dikelompokkan ke dalam Sarcodina yang bergerak dengan flagela dimasukkan ke dalam Mastigophora yang bergerak dengan silia dikelompokkan ke dalam Ciliophora dan yang tidak dapat bergerak serta merupakan parasit hewan maupun manusia dikelompokkan ke dalam Sporozoa.

Pada sejak tahun 1980 Commitea on Systematics and Evolution of the Society of Protozoologist telah mengklasifikasikan protoza menjadi 7 kelas baru yaitu Sarcomastigophora, Ciliophora, Acetospora, Apicomplexa, Microspora, Myxospora dan Labyrinthomorpha. Pada klasifikasi yang baru ini Sarcodina dan Mastigophora digabung menjadi satu kelompok Sarcomastigophora dan Sporozoa yang anggotanya sangat beragam maka dipecah lagi menjadi 5 sub kelas.

Bila kalian merasa sedang terjadi gejala Jenis protozoa penyebab penyakit pada manusia diatas tadi maka kalian dapat membuat janji dengan dokter guna mengetahui kondisi atau diagnosa lebih lanjut. Penanganan dapat meminimalkan dampak negatifnya dan komplikasi, selain itu pengobatan dapat dijalankan sesegera mungkin. Kalian harus membuat janji bersama dokter langsung di rumah sakit maupun dilokasi dokter praktik rumah. Semoga beberapa wawasan diatas tadi bisa membantu kalian dan bermanfaat bagi kalian semua. Terima kasih.

Related Posts