Apa yang dimaksud dengan Resesi

Resesi adalah mengacu pada penurunan yang signifikan dalam aktivitas ekonomi umum yang terjadi dalam perekonomian secara keseluruhan selama periode waktu tertentu. Kata seperti itu berasal dari bahasa Latin recessio, recessi┼Źnis.

Resesi diukur dengan penurunan tarif tahunan produk domestik bruto (PDB) selama periode waktu tertentu.

Kita dianggap berada dalam resesi ketika ekonomi mengalami penurunan pertumbuhan setidaknya selama dua kuartal berturut-turut.

Namun, jika resesi berlangsung lama, maka akan berubah menjadi depresi, terutama bila terjadi penurunan PDB sebesar 10% dalam satu tahun atau berlangsung selama lebih dari tiga tahun.

Resesi dimulai ketika ekonomi mencapai pertumbuhan maksimumnya, dan berakhir ketika mencapai titik penurunan terendah. Resesi, kemudian, berhubungan dengan fase siklus bisnis yang menurun.

Indikator-indikator di mana resesi tercermin secara signifikan adalah antara lain produksi, lapangan kerja dan pendapatan riil.

Resesi dapat terjadi secara tiba-tiba atau bertahap. Jika terjadi secara tiba-tiba, ini juga disebut krisis ekonomi.

Penyebab resesi

Resesi terjadi karena pertemuan sekumpulan faktor kegiatan ekonomi. Di antara mereka, kita dapat menyebutkan penyebabnya yaitu:

  • Overproduksi: ketika barang atau jasa diproduksi di luar daya beli masyarakat.
  • Penurunan konsumsi: permintaan turun karena ketakutan akan prospek resesi di masa depan; orang mengkonsumsi apa yang diperlukan.
  • Kurangnya investasi dan pembentukan modal baru: Banyak investor berpaling untuk melindungi uang mereka.
  • Korupsi politik dan ekonomi: situasi yang tidak teratur dalam pengelolaan kepentingan dan sumber daya ekonomi dapat memicu resesi.

Dampak resesi

Konsekuensi resesi ekonomi beroperasi sebagai siklus. Karena keadaan tersebut, konsumen misalnya hanya membelanjakan yang diperlukan, yang berarti konsumsi masyarakat secara umum menurun.

Di sisi lain, banyak perusahaan yang memiliki inventaris yang tidak dibeli oleh siapa pun, situasi yang dapat mengakibatkan runtuhnya sektor bisnis, yang mengakibatkan pemecatan pekerja dan, terkadang, penutupan beberapa perusahaan.

Baik PHK maupun penutupan hanya memperburuk krisis. Banyak yang tidak dapat membayar pinjaman mereka, dan sangat sedikit yang ingin mengambil pinjaman baru, yang juga memperumit situasi di sektor keuangan.

Demikian pula, resesi dapat muncul disertai deflasi karena penurunan permintaan barang dan jasa. Hal ini menyebabkan situasi kelebihan pasokan, karena orang tidak ingin membeli, dan ini memaksa harga turun.

Related Posts